Pembangunan Jembatan Bailey Penghubung Kaltim-Kalsel Dimulai, Target Rampung Akhir Februari

Proses pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara penghubung Kaltim-Kalsel (Foto: NomorSatuKaltim)

ESENSIAL NEWS – Paser, Pembangunan Jembatan Bailey sebagai akses sementara penghubung Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai dikerjakan. Jembatan ini menggantikan Jembatan Busui yang sebelumnya ambruk dan terletak di Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak pertengahan Januari 2025.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Muhammad Idris Djafar, mengonfirmasi bahwa pemasangan abutmen Jembatan Bailey dengan bentang 33 meter telah berjalan sejak 20 Januari 2025.

“Pembangunan abutmen untuk Jembatan Bailey sudah dimulai sejak 20 Januari 2025. Jembatan ini dirancang untuk menahan beban hingga 30 ton dan dapat dilalui kendaraan roda 10 dengan tonase yang tidak melebihi batas maksimal tersebut,” jelas Idris Djafar pada Selasa (4/2/2025).

Pemerintah menargetkan jembatan sementara ini dapat difungsikan pada 25 Februari 2025. Setelah beroperasi, Jembatan Busui yang ambruk akan dibongkar guna memberi ruang bagi pembangunan Jembatan Bailey kedua.

Terdapat dua Jembatan Bailey yang akan dibangun untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur penghubung lintas provinsi ini. Saat ini, baru satu jembatan yang mulai dikerjakan, sementara pemasangan jembatan kedua akan dilakukan setelah pembongkaran Jembatan Busui rampung.

Selain pembangunan jembatan, pelebaran dan pengerasan jalan alternatif di kawasan Gunung Raja juga tengah berlangsung. Proyek ini dimulai sejak awal Januari dan dipastikan segera rampung dalam waktu dekat.

“Pekerjaan pelebaran dan pengerasan jalan alternatif hampir selesai, tinggal sedikit lagi. Nantinya, jalan tersebut juga akan mendapatkan perawatan rutin agar tetap layak dilalui kendaraan,” tambah Idris Djafar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser, Asnawi, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BBPJN Kaltim meskipun proyek ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan BBPJN.

“Kami berperan dalam mendukung dan membantu berbagai keperluan, termasuk dalam aspek administrasi. Koordinasi yang masif tetap dilakukan untuk memastikan kelancaran proyek ini,” ujar Asnawi.

Pembangunan Jembatan Bailey ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang terdampak ambruknya Jembatan Busui, sekaligus mengembalikan akses transportasi penting antara Kaltim dan Kalsel hingga jembatan permanen dapat dibangun.(*)

Sumber : NomorSatuKaltim

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.