DLHK Kukar Siapkan Pembangunan Hutan Kota Baru di 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo. (Foto: Istimewa)

ESENSIAL NEWS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan pembangunan hutan kota baru sebagai upaya menambah ruang terbuka hijau di wilayah tersebut. Pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada tahun 2026.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mendukung pencapaian target tutupan lahan hijau sebesar 20 persen dari total wilayah Kukar. Lokasi hutan kota telah ditetapkan di atas lahan seluas lebih dari 1 hektare, yang dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) pada tahun 2024 dengan anggaran sekitar Rp 13 miliar.

“Pembangunan hutan kota ini adalah bagian dari upaya kami untuk mencapai target tutupan lahan hijau sebesar 20 persen,” ujar Slamet, Rabu (5/3/2025).

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa pembangunan hutan kota ini dimulai dengan tahap perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) yang dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025. Jika sesuai jadwal, pengerjaan fisiknya akan dimulai pada 2026.

“Konsep hutan kota ini meliputi tempat rapat, area wisata, dan kemungkinan adanya kafe di dalamnya,” ujarnya.

Pembangunan hutan kota ini dimulai dengan tahap perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) yang dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025. Jika sesuai jadwal, pengerjaan fisiknya akan dimulai pada 2026.

“Konsep hutan kota ini meliputi tempat rapat, area wisata, dan kemungkinan adanya kafe di dalamnya,” tutur Slamet.

Slamet pun juga menyampaikan, konsep dari hutan kota tersebut akan memiliki fungsi ganda. Selain sebagai ruang hijau yang dapat meningkatkan kualitas udara, kawasan tersebut juga dirancang untuk menjadi tempat rapat bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang bertujuan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman.

“Kami juga ingin menjadikan kawasan ini sebagai wahana edukasi bagi masyarakat dan lokasi wisata berbasis alam,” tutupnya. (ADV/MA)

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.