
ESENSIAL NEWS – Kutai Kartanegara, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah Asmadiyansyah (28), anak buah kapal (ABK) TB BPM 09, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Senin (19/5/2025), pukul 07.49 WITA, dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah ditemukan sekitar 1,83 kilometer dari lokasi kejadian awal atau Last Known Position (LKP). Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Muara Wis sesuai dengan permintaan keluarga. Temuan ini mengakhiri operasi pencarian intensif yang digelar sejak dilaporkannya insiden tersebut.
Komandan Tim SAR Gabungan, Dwi Adi Wibowo, menjelaskan bahwa operasi pencarian dimulai sejak pagi hari dengan metode penyisiran di sepanjang tepi Sungai Mahakam dan penyapuan permukaan air sejauh 4 kilometer ke arah hilir dari titik awal kejadian. Meskipun terkendala kondisi air yang keruh serta arus sungai yang deras, koordinasi dan sinergi antarunsur SAR memungkinkan operasi tetap berjalan secara efektif.
“Dengan ditemukannya korban, operasi kami nyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur dikembalikan ke satuannya masing-masing dan kegiatan dilanjutkan dengan peningkatan kesiapsiagaan,” ujar Dwi Adi Wibowo dalam keterangannya kepada media.
Dalam operasi ini, berbagai peralatan penyelamatan dan pendukung digunakan untuk memaksimalkan pencarian. Beberapa di antaranya meliputi Rescue Car, rubber boat milik Basarnas dan Damkar, perahu ketinting milik warga, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan medis. Dukungan dari cuaca yang cerah berawan juga turut membantu kelancaran proses pencarian pada hari ketiga.
Operasi SAR ini menjadi bagian dari respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di perairan dan menunjukkan kolaborasi yang solid antara Basarnas, Damkar, aparat desa, serta relawan masyarakat. Penutupan operasi ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya misi kemanusiaan yang dilaksanakan secara terpadu dan profesional di wilayah Kutai Kartanegara.
Meninggalnya ABK TB BPM 09 menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas transportasi air, terutama di wilayah sungai besar seperti Mahakam. Pihak berwenang mengimbau agar seluruh pelaku transportasi perairan senantiasa memprioritaskan keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)