Banjir Surut, Warga Samarinda Diancam Serbuan Ular dari Habitat Terganggu

Foto: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda mengevakuasi ular sepanjang 6 meter di salah satu rumah makan di Jalan Slamet Riyadi. (NomorSatuKaltim)

ESENSIAL NEWS – Setelah banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Samarinda mulai surut, warga kini dihadapkan pada ancaman baru yang tak kalah berbahaya: kemunculan ular liar di permukiman. Fenomena ini terjadi usai hujan deras beberapa waktu lalu yang menyebabkan genangan air meluas hingga masuk ke lingkungan padat penduduk.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari warga terkait temuan ular di berbagai titik permukiman. Salah satu kasus paling mencolok dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Selamat Riyadi, di mana seekor ular sanca sepanjang enam meter ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh petugas. Menurut Hendra, jenis ular tersebut termasuk piton atau sanca sawah yang memiliki tenaga sangat kuat sehingga proses evakuasinya memerlukan dua regu petugas.

Hendra menjelaskan bahwa kemunculan ular-ular ini diyakini sebagai dampak terganggunya habitat alami mereka akibat banjir. Saat genangan air meluas, ular-ular liar mencari tempat lebih tinggi untuk berlindung, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka masuk ke rumah warga. Selain itu, tidak dapat dikesampingkan kemungkinan bahwa beberapa di antaranya adalah ular peliharaan yang lepas saat banjir.

PASANG IKLAN single

Dalam beberapa hari terakhir, Damkarmat telah berhasil mengevakuasi sedikitnya empat ekor ular dari lingkungan permukiman dengan bantuan para relawan. Selain itu, beberapa warga juga berhasil menangkap ular secara mandiri, seperti kejadian di kawasan Mangkupalas, Samarinda Seberang, di mana seekor piton berhasil ditangkap dan diamankan dengan cara mengikat mulutnya menggunakan lakban.

Hendra menambahkan bahwa kendala utama dalam penanganan adalah ukuran ular yang besar dan tenaganya yang kuat. Pihaknya, yang biasanya hanya menangani ular kecil, harus menurunkan personel tambahan untuk menghadapi situasi ini. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah padat penduduk dan lokasi bermain anak-anak, guna menghindari potensi bahaya yang lebih besar.

Masyarakat diminta untuk tidak mencoba menangani ular sendirian jika tidak memiliki keahlian, dan sebaiknya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran melalui call center resmi jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan. Peningkatan kewaspadaan dan kerjasama antara warga dan aparat dinilai sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kemunculan hewan liar pascabanjir.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, ancaman dari satwa liar seperti ular diperkirakan masih bisa terjadi. Oleh karena itu, koordinasi cepat dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah perubahan lingkungan yang ekstrem. (*)

Sumber : NomorSatuKaltim

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.