Desa Genting Tanah Bersiap Jadi Model Transisi Ekonomi Hijau Berbasis Karbon

Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi. (Foto: Istimewa)

ESENSIAL NEWS – Desa Genting Tanah di Kecamatan Kembang Janggut mulai mengambil langkah awal untuk terlibat dalam skema ekonomi hijau berbasis perdagangan karbon.

Partisipasi desa ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus membuka ruang baru bagi penguatan ekonomi berbasis konservasi.

Melalui kerja sama yang digagas bersama PT Tirta Carbon Indonesia, desa-desa yang berada di kawasan gambut non-kawasan hutan didorong untuk berperan aktif dalam restorasi dan perlindungan lingkungan.

Genting Tanah juga jhshsbshtermasuk salah satu wilayah yang telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi, meski sejumlah tahapan teknis masih dalam proses.

Pemerintah desa menyebutkan bahwa sosialisasi awal kepada warga telah dilakukan, meskipun keterlibatan masyarakat masih bersifat terbatas. Namun, pendekatan tersebut dianggap sebagai pijakan awal yang positif, mengingat isu perdagangan karbon masih relatif baru bagi sebagian besar penduduk.

Dari total wilayah yang dimiliki, diperkirakan 2.000 hingga 3.000 hektare lahan akan disiapkan untuk mendukung program ini. Potensi gambut yang dimiliki dinilai cukup strategis untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus memperluas sumber pendapatan berbasis jasa lingkungan.

Keterlibatan desa dalam proyek ini diharapkan bukan hanya sebatas peran administratif, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam memastikan keberlanjutan program. Pemerintah desa pun berharap agar skema karbon ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi lokal yang berbasis pada kelestarian.

Selain manfaat ekologis, program ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem. Dalam jangka panjang, desa berambisi mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Desa Genting Tanah melihat keterlibatan ini sebagai bentuk kesiapan menghadapi tantangan baru, sekaligus peluang untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

“Mudah-mudahan sampai nanti berjalan, rencana ini sesuai dengan yang disampaikan dan berkelanjutan,” tutup Junaidi. (ADV/HM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.