Bersama TNI Polri Kel. Loa Ipuh Optimis Jadikan Pertanian Jagung Sebagai Swasembada Pangan Lokal

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan (Kanan Baju Merah) saat melakukan penanaman jagung bersama dengan TNI – Polri dan Pemkab Kukar. Optimalisasi Lahan di Loa Ipuh Dimulai dengan Panen dan Tanam Jagung. (Foto: Istimewa)

ESENSIAL NEWS – Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan (Kanan Baju Merah) saat melakukan penanaman jagung bersama dengan TNI – Polri dan Pemkab Kukar.
Optimalisasi Lahan di Loa Ipuh Dimulai dengan Panen dan Tanam Jagung

Bersama TNI Polri Kel. Loa Ipuh Optimis Jadikan Pertanian Jagung Sebagai Swasembada Pangan Lokal

KUKAR – Kelurahan Loa Ipuh di Kecamatan Tenggarong mulai menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dengan membuka akses pertanian jagung di kawasan Gunung Wang.

Lahan seluas 30 hektare yang sebelumnya belum tergarap maksimal kini mulai difungsikan secara intensif lewat kegiatan panen dan tanam jagung serentak yang digelar awal Juni 2025.

Inisiatif ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara pemerintah kelurahan, Polres Kukar, TNI, serta sejumlah instansi daerah. Upaya ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.

Dalam kesempatan ini, Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, mengakui bahwa selama ini lahan pertanian yang tersedia belum dimanfaatkan optimal. Namun dengan dukungan lintas sektor, ia yakin potensi besar ini akan segera berkembang menjadi sentra produksi komoditas jagung.

“Lahan ini cukup luas, tapi belum tergarap maksimal. Sekarang kami fokus bersama Gapoktan untuk menjadikannya lahan produktif,” kata Erri saat diwawancarai media ini, pada Sabtu (7/6/2025).

Program ini turut menggairahkan Kelompok Tani Saka Makmur yang selama ini aktif namun minim dukungan. Dengan dukungan dari aparat keamanan dan instansi pemerintah, kelompok ini kini mendapatkan ruang lebih luas untuk meningkatkan hasil produksi mereka.

“Kelompok tani ini sebenarnya sudah lama berdiri. Tapi baru kali ini mereka mendapat perhatian serius yang bisa mendorong produktivitas mereka meningkat,” lanjutnya.

Di balik kerja lapangan yang dilakukan, terselip harapan agar upaya ini tidak berakhir sebagai program seremonial. Pemerintah kelurahan berharap sinergi yang terjalin bisa berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi petani secara riil.

Menurut Erri, kehadiran Kementerian Pertanian dan keterlibatan dinas terkait di daerah menjadi sinyal positif bahwa pengembangan sektor pangan di Loa Ipuh akan mendapat perhatian lebih. Terlebih, kebutuhan akan swasembada pangan lokal menjadi isu strategis di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Kalau semua pihak ikut terlibat, bukan hanya panen hari ini yang kita lihat, tapi juga kemandirian pangan dalam jangka panjang,” ucapnya menegaskan.

Ia berharap, keterlibatan masyarakat semakin kuat dan pengelolaan lahan berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan petani setempat.

“Insya Allah, ini bisa jadi awal dari gerakan pertanian yang lebih maju di Loa Ipuh,” pungkasnya. (ADV/MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.