



ESENSIAL.ID – Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) masa bhakti 2025–2030. Acara pengukuhan yang juga diikuti pengangkatan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kukar masa bhakti 2025–2029 berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kukar, Selasa (10/2).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Bupati Kukar terkait pembentukan FKDM, dan penandatanganan berita acara pengukuhan. FKDM Kukar periode ini diketuai Rojiín, perwakilan ormas, dengan Misran dari kalangan akademisi sebagai wakil ketua. Sementara sekretaris dijabat Akhmad Riadi (perwakilan ormas), bendahara Lodya Astagina (perwakilan media), dan anggota terdiri dari Dr. Riduan (akademisi), Adinata Rusmen Idris (perwakilan ormas), Subhan Rianto Ahmad (perwakilan LSM), serta Wahyudi (perwakilan tokoh pemuda).
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda Kukar, anggota DPRD Kukar Akbar Haka, Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti, sejumlah Kepala OPD terkait, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung FKDM. Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis dalam menjaring, menampung, mengkoordinasikan, dan mengkomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG). Laporan dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan.
Bupati juga menekankan dasar hukum FKDM melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2018, yang mengatur kewaspadaan dini di daerah. “Fungsi kewaspadaan dini adalah untuk meningkatkan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum di daerah, serta meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aulia menegaskan bahwa FKDM diharapkan menjadi mata dan telinga pemerintah daerah, dengan motto: “temu cepat, lapor cepat dan akurat.” Forum ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan, menjaga potensi sumber daya alam, wisata, serta mencegah potensi konflik sosial di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dengan pengukuhan ini, Pemkab Kukar menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan stabilitas daerah melalui kewaspadaan dini yang efektif.
