Rapak Lambur Dorong Tiga Kali Panen, Petani Disiapkan Jadi Motor Ketahanan Pangan

Kades Rapak Lambur, M. Yusuf. (Foto: Istimewa)

ESENSIAL NEWS – Pemerintah Desa Rapak Lambur terus menggencarkan program optimalisasi lahan pertanian sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan lokal.

Melalui pola tanam tiga kali panen dalam setahun, desa ini mendorong petani untuk lebih produktif di tengah ancaman iklim dan krisis pasokan pangan global yang semakin nyata.

Langkah ini menyasar dua tujuan utama sekaligus meningkatkan hasil pertanian dan memperbaiki kesejahteraan petani. Sejumlah petani yang dinilai siap dijadikan percontohan lebih dulu. Mereka diberi pendampingan teknis serta motivasi agar dapat menjalankan sistem tanam baru dengan pendekatan yang lebih efisien.

PASANG IKLAN single

“Kami harap mereka bisa menjadi contoh bagi petani lain. Kalau ini berhasil, akan banyak yang ikut,” ujar Kepala Desa Rapak Lambur, Yusuf saat diwawancarai media ini, pada Senin (2/6/2025).

Pemerintah desa menyiapkan forum dialog rutin antara petani dan tim pendamping agar persoalan teknis di lapangan cepat tertangani. Selain itu, pola komunikasi dua arah juga dinilai penting untuk menjaga semangat para petani selama masa uji coba berlangsung.

“Kami tidak ingin program ini hanya dilaksanakan di atas kertas. Petani harus paham betul apa tujuannya dan apa manfaat jangka panjangnya,” kata Yusuf.

Program Oplah ini menjadi bagian dari adaptasi desa terhadap dampak perubahan iklim yang makin sulit diprediksi. Pola tanam yang terstruktur dianggap mampu menjaga ritme produksi agar tidak terhenti, sekaligus menekan risiko gagal panen.

“Kita tidak bisa lagi pakai cara lama. Musim sudah tidak bisa ditebak, makanya pola tanam harus disesuaikan,” ungkap Yusuf.

Pemdes juga membuka ruang kolaborasi dengan instansi lain guna memperkuat dukungan dari sisi bibit unggul, pupuk, pelatihan, hingga akses pasar. Tujuannya agar hasil panen tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

“Kalau hasilnya banyak tapi petani bingung jual ke mana, itu juga percuma. Jadi semuanya harus dipikirkan dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pendampingan berkelanjutan, Desa Rapak Lambur menargetkan diri menjadi salah satu contoh wilayah mandiri pangan di Kukar.

“Kami yakin, kalau semua bergerak bersama, desa ini bisa jadi percontohan untuk ketahanan pangan,” tutup Yusuf. (ADV/MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.