MI Asy Syauqi Tenggarong Gelar Market Day dan Kokurikuler Menganyam Rotan untuk Kembangkan Kreativitas dan Kearifan Lokal Siswa

Kegiatan menganyam memadukan kreativitas, keterampilan, serta penanaman nilai budaya lokal.(Esensial News)

ESENSIAL NEWS – Setelah rangkaian asesmen sumatif akhir semester (asas) dan munaqosyah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asy Syauqi Tenggarong selesai, sekolah kembali menghadirkan kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Selama dua hari, Senin dan Selasa, 8–9 Desember 2025, lingkungan MI Asy Syauqi dipenuhi aktivitas market day dan kokurikuler yang diikuti oleh seluruh jenjang. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang memadukan kreativitas, keterampilan, serta penanaman nilai budaya lokal.

Kepala MI Asy Syauqi, Iip Syarifah, menjelaskan bahwa pada hari pertama telah berlangsung market day yang diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6. Setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok untuk mengelola stand masing-masing. Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 mengikuti lomba mewarnai yang digelar di ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa pada hari kedua kegiatan berjalan semakin variatif karena kembali menghadirkan market day sekaligus kegiatan kokurikuler menganyam bagi kelas 4,5, 6 dan nonton bareng film edukasi untuk sebagian siswa kelas 1,2, dan 3. “Hari ini juga berlangsung kegiatan market day dan kegiatan kokurikuler menganyam. Anak–anak kelas 1, 2, dan 3 kita bagi kegiatannya, ada yang market day dan ada yang mengikuti kegiatan nonton bareng film edukasi di dalam ruang aula,” ujarnya.

Untuk siswa kelas 4, 5, dan 6, kegiatan difokuskan pada praktik menganyam rotan, sebuah kerajinan tangan khas yang banyak ditemui di Kalimantan. Iip menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki berbagai tujuan penting.“Tujuan kegiatan ini terutama untuk menumbuhkan kreativitas para siswa. Selain itu, kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan motorik mereka. Kita tahu bahwa rotan banyak tumbuh di Indonesia, khususnya di Kalimantan, tetapi anak-anak masih belum mengenal bahwa rotan sebenarnya merupakan hasil produksi yang melimpah di daerah Kalimantan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pemahaman siswa mengenai budaya lokal perlu diperkuat agar mereka menyadari bahwa banyak produk rotan justru dibeli dari luar Kalimantan, padahal bahan bakunya tumbuh di tanah mereka sendiri.

Iip juga menekankan bahwa melalui kegiatan menganyam, siswa belajar mengenai kesabaran, ketelitian, dan kemandirian. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan problem solving, karena siswa akan berlatih berpikir kritis ketika menghadapi kerumitan dalam proses menganyam. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari program berkelanjutan. “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, tidak hanya terbatas pada aktivitas menganyam rotan, tetapi juga mencakup berbagai bentuk keterampilan lainnya.”

Hasil Anyaman Rotan Siswa- Siswi MI Asy Syauqi Tenggarong (Esensial News)

Untuk menghadirkan kegiatan yang berkualitas, sekolah menggandeng narasumber ahli, yakni Bapak Syarif. Sebelum diterapkan kepada siswa, para guru lebih dulu mendapat pelatihan langsung mengenai teknik menganyam yang benar. “Adapun bahannya itu sederhana satu macam saja berupa potongan batang rotan yang kemudian ada diwarnai dan ada beberapa bentuk yang bisa anak pilih seperti bikin piring, kotak pensil, kotak tisu dan vas bunga,” tambahnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, MI Asy Syauqi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan berakar pada budaya lokal. Kegiatan market day dan kokurikuler menganyam tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga memperkuat jati diri serta kemampuan berpikir kritis yang berguna bagi perkembangan mereka di masa depan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Di tengah arus informasi yang kian deras, Esensial.id berkomitmen menyajikan fakta yang relevan, akurat, dan berimbang tanpa kehilangan esensi dari peristiwa yang disampaikan. Setiap konten diproduksi dengan semangat menjaga substansi, memastikan publik memperoleh informasi yang jernih, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengedepankan ketepatan data, kedalaman konteks, serta bahasa yang lugas, Esensial.id berupaya menjadi rujukan informasi yang tidak sekadar cepat, tetapi juga bernilai, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa secara utuh dan kritis.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.