

ESENSIAL NEWS – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kharisma Tenggarong sukses melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Sabtu dan Minggu, 8 hingga 9 November 2025. Kegiatan ini diikuti sebanyak 27 peserta dari program kesetaraan Paket C . Selama dua hari pelaksanaan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi ujian.
Pelaksanaan TKA tahun ini menjadi momen penting bagi PKBM Kharisma karena merupakan bagian dari program nasional yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih objektif dan komprehensif. Selain itu memberikan kesempatan bagi peserta didik kesetaraan, khususnya jenjang Paket C, untuk memiliki peluang yang sama seperti siswa sekolah formal dalam mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Darwiji Setianingrum sebagai pengelola PKBM Kharisma menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan pendidikan kesetaraan. Ia mengungkapkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan PKBM terhadap kebijakan pemerintah dalam penyetaraan akses pendidikan. Ia juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung kegiatan telah dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan ujian berjalan lancar. Mulai dari penyediaan ruang ujian, perangkat ujian yang memadai, hingga pengawasan yang dilakukan secara profesional oleh tim pengawas yang telah ditunjuk.

Sementara itu, Ramdan Margitaqwa merupakan proktor dalam kegiatan ini menuturkan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini merupakan program baru yang diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi peserta didik kesetaraan. “Untuk pelaksanaan TKA ini baru launching tahun ini, di mana pemerintah melalui Dinas Pendidikan membuat program nasional TKA bagi siswa kelas akhir. Harapan kami, khususnya bagi sekolah kesetaraan Paket C, agar peserta didik bisa mengambil kesempatan untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi,” jelasnya.
Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, Fajar Alamsyah selaku teknisi telah menyiapkan seluruh perangkat dan laptop yang digunakan para peserta. Ia memastikan semua kebutuhan teknis dapat berfungsi dengan baik sebelum kegiatan dimulai. “Kami sudah melakukan pengecekan perangkat dan jaringan lebih awal untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Meski sempat ada sedikit kendala koneksi di hari pertama, semua bisa diatasi dengan cepat,” ungkap Fajar. Berkat kesiapan tersebut, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif hingga hari terakhir.

Pelaksanaan TKA di PKBM Kharisma juga mendapat pengawasan dari pengawas silang yang berasal dari PKBM Imam Nawawi Tenggarong. Kehadiran pengawas silang tersebut bertujuan memastikan proses ujian berjalan objektif, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Para peserta TKA pun memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan ujian tersebut. Intan, salah satu peserta, mengaku senang bisa mengikuti tes nasional ini. “Soalnya agak gampang, ada juga yang sulit, tapi bisa dikerjakan. Alhamdulillah berjalan lancar,” katanya. Ia berharap setelah menyelesaikan pendidikan di PKBM Kharisma, bisa melanjutkan kuliah sambil bekerja. “Kalau nggak ada kendala, Insya Allah mau lanjut kuliah,” tambahnya.Senada dengan itu, peserta lainnya, Putri Amelia juga merasa bersyukur dapat mengikuti ujian nasional ini dengan baik. “Soalnya lumayan menantang, tapi masih bisa dikerjakan. Kalau nggak ada kendala, saya juga mau kuliah,” ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan TKA di PKBM Kharisma Tenggarong ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal terus beradaptasi dan berkembang seiring kemajuan sistem pendidikan nasional. Melalui program seperti TKA, diharapkan para lulusan PKBM dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam menempuh pendidikan tinggi maupun dunia kerja, sekaligus mengangkat citra pendidikan kesetaraan di Kutai Kartanegara.(*)
