ESENSIAL.ID – Kedatangan bulan suci Ramadhan menjadi momentum spiritual yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh penjuru negeri. Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk kembali menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini.
Dalam pernyataannya pada Rabu (18/2), ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk merasakan Ramadhan tahun ini. “Tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali_merasakan indahnya beribadah di bulan yang_ mulia ini. Karena itu, marilah kita sambut Ramadan_dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadhan tidak semata-mata dimaknai sebagai waktu untuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi sebagai madrasah ruhani yang membentuk karakter dan memperkuat dimensi spiritual umat. Bulan suci ini menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kesabaran, meneguhkan keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah keberagaman kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Ramadhan mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi sesama, lebih dermawan dalam berbagi, dan lebih tulus dalam berdoa. Di tengah berbagai dinamika nasional seperti bencana alam, tantangan sosial, persoalan kemanusiaan, dan tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian warga, ia memandang Ramadhan sebagai sumber penguatan moral dan spiritual.
Di tengah situasi yang kompleks tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak kehilangan harapan. Menurutnya, doa menjadi semakin penting untuk keselamatan bangsa, kebijaksanaan para pemimpin, serta ketangguhan masyarakat, sebagaimana dilaporkan oleh SUARAMUHAMMADIYAH.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa bagi mereka yang terdampak bencana, menghadapi kesulitan ekonomi, berjuang melawan penyakit, atau hidup dalam berbagai keterbatasan. Ia berharap Ramadhan dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka sekaligus pendorong bagi masyarakat untuk menghadirkan kepedulian sosial yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Secara khusus, ia juga mendorong anggota ‘Aisyiyah dan perempuan di seluruh Indonesia untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga. Nilai-nilai keadilan, kasih sayang, serta semangat berbagi dan melayani perlu terus ditanamkan dalam keluarga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang kuat dan berkemajuan.
Sebagai penutup, ia mengingatkan agar Ramadhan diisi dengan peningkatan kualitas ibadah, perluasan amal sedekah, serta pendalaman ketulusan dalam berdoa. Harapannya, seluruh amal ibadah diterima, dosa-dosa diampuni, dan Ramadhan kali ini membawa kedamaian bagi hati, kekuatan bagi keluarga, serta keberkahan bagi Indonesia.