Inovasi Pertanian Terpadu UGM Perkuat Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara

Tim KKN UGM berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kukar terkait inovasi pertanian. (Sumber: UGM)

ESENSIAL.ID – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) membawa terobosan inovasi pertanian terpadu ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Merujuk rilis resmi UGM, langkah progresif ini dilakukan guna memperkokoh sistem ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur tersebut.

Dalam 40 hari pengabdian KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026, Tim Samasta Kukar UGM menginisiasi sejumlah teknologi tepat guna di Kawasan Pertanian Terpadu, tepatnya di Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal. Fokus utama program ini adalah optimalisasi sektor pertanian lokal yang berkelanjutan.

Aisyah Ghulam Alwutsqo, Anggota Tim KKN-PPM UGM Samasta Kukar menyebut, kawasan ini dirancang sebagai model strategis untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa. Pengabdian ini juga menjadi momen kembalinya UGM ke Kukar setelah lebih dari 10 tahun.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Terdapat 30 mahasiswa yang terjun langsung mengeksekusi lebih dari 100 program lintas sektor. Mulai dari sosial budaya, kesehatan, pendidikan, hingga inovasi teknologi agro.

“Kami berharap inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di desa,” ujar Aisyah.

Inovasi yang diterapkan cukup beragam. Di antaranya, sistem irigasi hemat air berbasis sprinkler dan irigasi tetes. Selain itu, ada integrasi budidaya perikanan-pertanian lewat akuaponik bertenaga surya, serta integrated farming yang memadukan ternak ayam petelur dengan maggot.

Seluruh sistem ini dipusatkan di Kawasan Pertanian Terpadu demi menciptakan pola kelola yang efisien. Mahasiswa menargetkan masyarakat mampu mengadopsi teknologi tersebut untuk mendongkrak hasil panen serta memaksimalkan potensi alam yang ada.

Program ini tidak berjalan sendiri. Tim Samasta Kukar menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kukar agar inovasi ini memiliki efek jangka panjang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ananias, menyambut baik kontribusi nyata para mahasiswa UGM tersebut.

“Semoga apa yang sudah dibuat dapat diajarkan kepada masyarakat sehingga dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pertanian lokal,” tegas Ananias.

Menutup masa pengabdian, Festival Rakyat akan digelar pada 1-2 Agustus 2026 di kedua desa. Rangkaian acara meliputi tur Kawasan Pertanian Terpadu, pameran hasil karya UMKM, layanan kesehatan, pasar murah, hingga jalan sehat. Ajang ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi lokal sekaligus mempererat gotong royong warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.