Dua Kepala SPPG di Bontang Dipecat Usai Rentetan Kejadian Keracunan MBG

Rapat koordinasi dan evaluasi pemkot Bontang dengan kepala SPPG / Foto: Michael-Disway Kaltim

ESENSIAL.ID – Pemerintah Kota Bontang menggelar rapat koordinasi dan evaluasi mendadak bersama seluruh pimpinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Auditorium 3D Pemkot Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (11/8/2026). Langkah tegas ini diambil menyusul rentetan kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa murid di sedikitnya empat sekolah di Kota Taman, termasuk insiden terbaru di Sekolah Vidatra Bontang.

Dilansir nomorsatukaltim.disway.id, rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris untuk membedah secara menyeluruh standar operasional prosedur (SOP) pengolahan hingga jalur distribusi makanan. Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas penyebab munculnya kasus keracunan berulang demi menjamin keselamatan anak-anak penerima manfaat program.

Agus Haris meminta seluruh pengelola SPPG bersikap terbuka dan menyampaikan kondisi riil di lapangan tanpa menutup-nutupi fakta. Keterbukaan informasi dari para penanggung jawab lapangan dinilai sangat krusial agar pemerintah daerah dapat memetakan kelemahan sistem penyediaan bahan pokok, proses memasak, hingga durasi penyajian sebelum merumuskan kebijakan perbaikan yang presisi.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Dalam forum evaluasi tersebut, Kepala SPPG Bontang Selatan 3 Gusti Wibantoro memaparkan alur produksi paket menu MBG saat kejadian, yang terdiri dari nasi uduk tanpa santan, ayam suwir kemangi, oseng tahu, tumis pepaya wortel, serta buah jeruk. Pengolahan bahan baku dilaporkan telah dimulai sejak malam hari sebelum distribusi, dengan proses perebusan daging ayam yang dilakukan mulai pukul 01.00 WITA dini hari.

Meski pihak pengelola mengklaim telah menerapkan prosedur higienitas dan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri bagi seluruh juru masak, penetapan rentang waktu persiapan yang panjang dari malam hari hingga jadwal konsumsi pagi diduga menjadi salah satu celah kerawanan mutu hidangan. Hasil evaluasi menyeluruh ini menjadi rujukan utama Pemkot Bontang dan Badan Gizi Nasional untuk memberhentikan dua kepala SPPG yang dinilai bertanggung jawab atas buruknya tata kelola penyediaan makanan.

Pemerintah daerah bersama pihak berwenang kini memperketat pengawasan operasional di seluruh dapur SPPG Kota Bontang guna memastikan standar kebersihan serta kelayakan nutrisi terpenuhi secara konsisten. Langkah korektif ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik sekaligus mencegah berulangnya insiden serupa pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.