ESENSIAL.ID – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan program Pemuda Cinta Masjid (PCM) 365 sebagai gerakan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam memakmurkan masjid.
Program yang mengusung tema “Pemuda Hebat, Masjid Kuat, Umat Bermartabat” tersebut diluncurkan pada Sabtu, (29/8/2026, di Gedung DMI Kabupaten Kukar. Kegiatan ini diikuti 54 pelajar dari 12 sekolah tingkat SMA dan SMK di Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu.
Launching PCM 365 dibuka Sekretaris Umum DMI Kabupaten Kukar, Suprianto. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan lembaga daerah, di antaranya Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kukar, Kepala DP3A, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Diskominfo Kukar, Kementerian Agama, Kepala Dinas Perkim, Lurah Timbau, Camat Tenggarong, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar.
Suprianto menjelaskan, program PCM 365 dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap semakin minimnya keterlibatan pemuda dalam aktivitas masjid. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terlihat di Tenggarong, tetapi juga di sejumlah wilayah Kabupaten Kukar.
“Pertama, Tenggarong khususnya, Kukar pada umumnya, jarang kita temukan pemuda-pemuda yang rajin ke masjid atau pemuda-pemuda yang aktif di masjid. Itu dirasakan bukan hanya di Tenggarong, tapi juga sekukar,” ujar Suprianto.
Ia menilai perkembangan teknologi, penggunaan gadget, serta tingginya aktivitas generasi muda di media sosial menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi. Kondisi tersebut dinilai membuat sebagian pemuda semakin jauh dari aktivitas keagamaan, termasuk kegiatan di masjid.
“Apalagi saat ini para pemuda lebih mencintai gadget, medsos, sehingga di waktu-waktu salat dan seterusnya pemuda lengah dengan itu dan enggan untuk ke masjid,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, DMI Kabupaten Kukar kemudian menggagas PCM 365 sebagai sebuah gerakan yang secara khusus mengajak pelajar untuk kembali mengenal, mencintai, dan aktif berkegiatan di masjid.
Program perdana tersebut menyasar pelajar SMA dan SMK di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu. DMI berharap peserta yang mengikuti program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah maupun masjid tempat tinggal masing-masing.
“Tujuan kita adalah setelah selesai dari kegiatan ini para pemuda cinta masjid. Salah satu tujuan utamanya adalah mau menjadi Ikatan Remaja Masjid di tempatnya masing-masing,” jelas Suprianto.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting bagi keberlangsungan masjid. Masjid, kata dia, tidak semestinya hanya menjadi ruang ibadah bagi kalangan orang tua, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.
“Masjid itu adalah bukan hanya untuk beribadah yang tua, tapi juga untuk yang muda,” ujarnya.
Suprianto berharap keberadaan PCM 365 dapat melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kedekatan dengan masjid. Ia juga mengaitkan program tersebut dengan salah satu golongan yang mendapatkan keutamaan dalam ajaran Islam, yakni pemuda yang hatinya senantiasa terpaut kepada masjid.
DMI Kabupaten Kukar juga menyiapkan mekanisme evaluasi terhadap perkembangan peserta selama program berlangsung. Pemuda yang mampu memenuhi target yang telah ditetapkan berpeluang mendapatkan apresiasi dari DMI Kukar.
“Hari-hari berikutnya ada evaluasi dari DMI Kabupaten Kukar, sejauh mana perkembangan yang dicapai PCM dan pemuda. Yang memenuhi target ada reward dari DMI Kabupaten Kukar, bisa berupa beasiswa atau hal yang lain yang kita miliki sesuai kemampuan DMI Kabupaten Kukar,” ungkap Suprianto.
Untuk mendukung keberlanjutan program, DMI Kukar juga membuka kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kukar. Dukungan dari berbagai perangkat daerah dan lembaga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan PCM 365.
Ketua Panitia PCM 365, Bahrul, mengatakan program perdana tersebut diikuti 54 siswa yang berasal dari 12 sekolah. Sebanyak 11 sekolah berada di Kecamatan Tenggarong, sedangkan satu sekolah berasal dari Kecamatan Loa Kulu.
“Peserta 54 siswa. Untuk kegiatan pertama kita akan mengadakan satu hari satu malam. Kita fokuskan kegiatan di sini dan besok baru berakhir,” kata Bahrul.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah agenda pembinaan, mulai dari kegiatan qiyamul lail, materi klasikal, hingga pembinaan melalui kelompok halaqah dan mentor. Pola pembinaan tersebut dirancang untuk membangun karakter dan spiritualitas peserta sekaligus menumbuhkan kemandirian.
Selain kegiatan perdana, PCM 365 akan dilanjutkan dengan pertemuan besar setiap bulan yang diikuti seluruh anggota. Kegiatan tersebut akan dipadukan dengan halaqah yang pelaksanaannya disesuaikan dan disepakati bersama masing-masing mentor.
“Di situlah kita akan menanamkan karakter dan spiritual serta kemandirian kepada semua peserta,” ujar Bahrul.
Program tersebut dirancang berlangsung selama satu tahun. Dalam periode tersebut, para mentor akan mendampingi peserta agar mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh bukan hanya selama kegiatan PCM 365, tetapi juga di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Bahrul berharap 54 peserta perdana PCM 365 dapat menjadi pionir sekaligus teladan bagi siswa lainnya di sekolah masing-masing. Peserta juga didorong untuk membangun kegiatan keagamaan melalui organisasi Rohani Islam (Rohis) maupun kegiatan keagamaan sekolah.
“Kita harapkan semua peserta ini menjadi pionir teladan bagi siswa-siswa yang lain yang ada di sekolahnya,” katanya.
DMI Kukar, lanjut Bahrul, juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan PCM 365 yang nantinya dikembangkan para peserta di sekolah masing-masing. Dengan demikian, gerakan tersebut tidak berhenti di Gedung DMI Kukar, tetapi berkembang menjadi aktivitas nyata di lingkungan sekolah dan masjid.
Target akhir program ini adalah mendorong peserta agar aktif di masjid yang berada paling dekat dengan tempat tinggal mereka. Para peserta diharapkan mampu mengambil peran dalam membantu pengurus masjid menghidupkan berbagai kegiatan, khususnya yang menyasar kalangan generasi muda.
Melalui PCM 365, DMI Kabupaten Kukar menargetkan lahirnya ekosistem pembinaan pemuda berbasis masjid yang berkelanjutan. Gerakan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan masjid sebagai pusat pembinaan spiritual, karakter, kepemudaan, sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara.
DMI Kukar juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, pengurus masjid, masyarakat, dan media, untuk mengambil bagian dalam menyukseskan gerakan tersebut. Semangat yang ingin dibangun sederhana namun strategis: mendorong pemuda kembali dekat dengan masjid agar masjid semakin hidup dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.(*)