ESENSIAL.ID — Dewan Pengurus Wilayah Barisan 8 Center (DPW B8C) Kalimantan Timur menjajaki kerja sama strategis di bidang pertanian dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (4/9/2026). Langkah ini ditempuh sebagai upaya nyata mendorong regenerasi petani sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda Nahdliyyin dalam sektor pangan dan agribisnis modern.
Agenda audiensi tersebut dilaksanakan tak lama setelah rombongan B8C mengikuti kegiatan panen padi di Rempanga. Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua DPW B8C Kaltim Eka Marindra Lutviandi, Sekretaris Ahmad Yani, dan Wakil Ketua Bambang Irawan, yang diterima oleh jajaran pimpinan PCNU Kabupaten Kutai Kartanegara.
Fokus utama pembahasan mengarah pada perumusan program pelatihan pertanian bagi kalangan muda NU. Program ini dirancang dengan pendekatan pertanian modern, penanaman jiwa kewirausahaan, serta pembekalan manajemen tata kelola usaha tani yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Ketua DPW B8C Kaltim, Eka Marindra Lutviandi, menuturkan bahwa krisis regenerasi petani saat ini menjadi tantangan mendesak yang harus segera direspons secara konkret agar anak muda kembali tertarik menggeluti sektor pangan.

“Kita ingin membangkitkan kembali minat generasi muda untuk melihat pertanian sebagai pilihan masa depan. Bertani hari ini tidak harus identik dengan pekerjaan tradisional. Dengan teknologi, ilmu pengetahuan dan manajemen yang baik, pertanian bisa menjadi usaha yang menjanjikan.”
Menurut Eka, Nahdlatul Ulama memiliki basis warga yang sangat luas dan mengakar hingga tingkat komunitas paling bawah. Baginya, modal sosial keagamaan tersebut memiliki kekuatan besar apabila diarahkan pada program produktif demi menggerakkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama ini ditargetkan membuka peluang bagi pemuda NU untuk menjadi pelaku utama dalam ekosistem pertanian modern sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.
Rencana kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan ruang kelas. Program diarahkan berlanjut pada praktik lapangan, pembentukan kelompok usaha bersama, pemanfaatan lahan produktif, hingga penguatan tata kelola rantai pasok dan pemasaran hasil panen.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa upaya penguatan ekosistem pertanian di Kalimantan Timur memerlukan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas petani lokal. Aksi nyata akan dimulai dengan melatih para pemuda dan memberikan ruang praktik pengelolaan usaha mandiri sebelum model tersebut diperluas ke berbagai wilayah.
Penguatan sektor agrikultur dipandang bukan sekadar memacu volume produksi, melainkan strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat Kalimantan Timur untuk satu hingga dua dekade mendatang.