ESENSIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meninjau lokasi kebakaran di Jalan AM Alimuddin Gang 1, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Selasa (6/10/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi sejak Senin sore hingga malam hari.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, hadir mewakili Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri. Selain melihat langsung kondisi warga, Taufik juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.
Taufik menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan pemerintah daerah atas musibah yang menimpa sejumlah kepala keluarga di kawasan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran ini. Mudah-mudahan keluarga yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara menyeluruh. Dukungan tersebut mencakup bantuan moral, penguatan semangat, hingga bantuan kebutuhan dasar untuk meringankan beban warga dalam beberapa hari ke depan.
Dalam penanganan pascakebakaran, sejumlah instansi turut dilibatkan, di antaranya Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas, serta Palang Merah Indonesia (PMI). Masing-masing pihak diharapkan dapat berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan korban terdata dan tertangani.
Taufik menegaskan, Pemkab Kukar turut memperhatikan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Sejumlah lokasi alternatif disiapkan sebagai tempat penampungan sementara, di antaranya fasilitas masjid, bangunan milik pemerintah, serta sekolah yang memungkinkan untuk digunakan. Muhammadiyah juga turut menawarkan fasilitas masjid dan lembaga pendidikan sebagai lokasi akomodasi sementara bagi warga terdampak. “Jangan sampai ada masyarakat yang terlantar,” tegasnya.
Selain kebutuhan dasar, pemerintah juga memastikan warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat kebakaran tidak perlu khawatir. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kukar disiapkan untuk membantu proses pengurusan kembali KTP maupun dokumen kependudukan lainnya yang ikut terbakar.
Pemkab Kukar juga melakukan pendataan ulang terhadap warga terdampak. Langkah tersebut penting karena terdapat rumah yang merupakan milik pribadi maupun rumah sewaan. Pemerintah memastikan seluruh warga yang menjadi korban dapat teridentifikasi dan tidak ada yang terlewat dari penanganan.
Selain bantuan darurat, musibah kebakaran tersebut turut menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi lingkungan permukiman. Taufik menyoroti akses jalan di kawasan tersebut yang dinilai cukup sulit dilalui kendaraan, terutama kendaraan penanganan darurat.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian melalui penataan kawasan oleh instansi terkait. “Melihat kondisi yang ada, kemudian kejadian tadi dan bagaimana penanganannya, memang perlu penataan. Mungkin lewat PU atau Perkim, bagaimana sebagian lingkungan ini bisa ditata dan dilebarkan, sehingga kendaraan kalau terjadi apa-apa kendaraan bisa masuk, baik ambulans maupun pemadam,” ungkap Taufik.
Pemerintah juga mendorong adanya penambahan jaringan pipa hidran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Keberadaan hidran dinilai penting sebagai salah satu sarana pendukung dalam penanganan apabila terjadi kebakaran.
Selain infrastruktur, Taufik menilai peran relawan di tingkat rukun tetangga (RT) perlu kembali diperkuat. Ketersediaan peralatan dan relawan lokal seperti alkon, sumur, maupun Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar) dinilai dapat menjadi bagian penting dalam respons awal ketika kebakaran terjadi.(Usw)