Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Apresiasi DMI Kukar, Dorong Penguatan Peran Masjid Jadi Contoh Daerah Lain

Antusiasme peserta kegiatan NGOPI DMI Kukar bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian di Sekretariat DMI Kukar, Tenggarong, terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai 265 orang, melebihi undangan awal sebanyak 150 orang.

ESENSIAL.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Ir. Hj. Hetifah Sjaifudian, MPP, menyerap aspirasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan para aktivis majelis taklim melalui kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) di Sekretariat DMI Kukar, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan pendidikan Islam, pemberdayaan majelis taklim, serta peningkatan peran masjid dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kukar, termasuk perwakilan majelis taklim dari Muara Muntai, Muara Jawa, dan Anggana.

Sekretaris Umum DMI Kukar, Supriyanto, mengatakan kehadiran Hetifah menjadi kesempatan bagi pengurus DMI dan majelis taklim untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat, terutama terkait dukungan anggaran bagi kegiatan pembinaan keagamaan.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Ia menjelaskan, salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan rencana bantuan sebesar Rp25 juta per majelis taklim per tahun. Menurutnya, program tersebut sebelumnya telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kukar tahun 2026, tetapi belum terlaksana karena keterbatasan anggaran.

“Keinginan majelis taklim di Kukar sebenarnya sudah ada pencanangan untuk dibantu. Setiap majelis taklim direncanakan mendapatkan Rp25 juta per tahun dan itu sudah masuk RKPD 2026. Karena anggaran tidak tersedia, programnya tidak terlaksana,” ujar Supriyanto.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui sinergi dengan pemerintah pusat agar kegiatan pembinaan majelis taklim tetap memperoleh dukungan. Menurutnya, keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Supriyanto juga menekankan pentingnya penguatan program kemasjidan agar masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi turut memberikan manfaat bagi jemaah dan lingkungan sekitarnya.

“Harapan kita ada penguatan terhadap majelis taklim maupun program-program kemasjidan, terutama dalam rangka masjid makmur dengan jemaahnya dan masjid memakmurkan jemaahnya,” katanya.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Supriyanto menyebut DMI Kukar awalnya mengundang 150 orang, tetapi jumlah kehadiran mencapai 265 orang. Ia menilai partisipasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap dialog bersama wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan di bidang keagamaan.

Sementara itu, Hetifah Sjaifudian mengatakan NGOPI merupakan ruang dialog untuk mendengarkan pandangan dan kebutuhan para penggerak pendidikan Islam, termasuk pegiat pesantren, pengurus masjid, dan majelis taklim.

Menurut Hetifah, para penggerak keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga karakter dan akhlak.

“Mereka adalah agen-agen dalam upaya kita membuat SDM di Kukar dan juga Provinsi Kaltim menjadi generasi yang bukan saja unggul dari sisi pengetahuannya, tetapi juga terasah secara karakter dan berakhlak,” ujar Hetifah.

WhatsApp Image 2026 10 26 at 22.16.45 1
Segenap pengurus DMI Kukar dan Majelis Taklim berfoto bersama Anggota DPR RI Hetiffah.

Ia menilai perhatian terhadap masjid perlu diberikan secara menyeluruh. Selain mendorong kemakmuran masjid melalui peningkatan aktivitas jemaah, masjid juga diharapkan berkontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

Hetifah mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan DMI Kukar dalam mengembangkan fungsi masjid dan berharap praktik baik tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah menyebut pihaknya memiliki kemitraan dengan sejumlah kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan bidang keagamaan dan kesejahteraan sosial. Di antaranya Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Sosial, serta badan yang berkaitan dengan produk halal.

Ia berharap aspirasi yang disampaikan DMI Kukar dan majelis taklim dapat menjadi bahan untuk membangun sinergi program ke depan, sehingga kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan keagamaan dapat memperoleh perhatian yang lebih luas.

Melalui kegiatan NGOPI, DMI Kukar berharap komunikasi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dapat memperkuat keberlanjutan program majelis taklim serta kegiatan kemasjidan. Upaya tersebut diharapkan mendorong masjid dan majelis taklim semakin berperan dalam membina umat, memperkuat karakter masyarakat, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kutai Kartanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.