Esensial.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan kepada 24 mustahik atau penerima manfaat zakat dalam rangkaian kegiatan Safari Subuh Akbar ke-340 di Masjid Agung Aji Muhammad Sultan Sulaiman, Tenggarong, Minggu (1/11/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melalui Baznas Kukar sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Safari Subuh Akbar yang diikuti ASN, PPPK, unsur Forkopimda, serta masyarakat.
Ketua Baznas Kukar M. Shafik Avicenna mengatakan, kegiatan Safari Subuh Akbar tidak hanya menjadi momentum memperkuat ibadah dan keimanan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui penyaluran zakat kepada para mustahik.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kukar menyalurkan bantuan kepada mustahik melalui sejumlah program. Bantuan tersebut mencakup dukungan bagi peserta PORSADIN tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, program Jemput Jodoh Halal yang dilaksanakan KUA Tenggarong, mahasiswa asal Kukar yang menempuh pendidikan di Mesir, korban kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM yang tergolong mustahik.
Sementara itu, bantuan sembako disalurkan kepada 20 penerima manfaat. Terdiri dari enam warga Kelurahan Panji dan 14 orang yang diusulkan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Wakil Ketua II Baznas Kukar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Wiwik Angranti, menjelaskan bahwa penerima bantuan sembako tersebut berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD yang aktif. Masing-masing OPD mengusulkan dua orang penerima manfaat untuk mendapatkan bantuan.
Menurut Wiwik, pendistribusian zakat melalui berbagai program tersebut merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas Kukar.
“Ini adalah bentuk nyata realisasi dan implementasi dari titipan dana ZIS muzakki warga Kukar kepada Baznas Kukar yang juga kami salurkan kembali sesuai peruntukannya. Sehingga semakin warga menitipkan ZIS mereka ke Baznas, maka semakin banyak hal-hal yang bisa kita lakukan,” ujar Wiwik.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas Kukar memperluas manfaat zakat, tidak hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung pendidikan, penanganan bencana, serta pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha.
Shafik berharap, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan dengan penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat.
Menurutnya, ibadah salat dan zakat merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam ajaran Islam. Karena itu, semangat membangun kehidupan religius melalui Safari Subuh Akbar diharapkan turut mendorong masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Kami sangat berharap, kebijakan pemerintah kabupaten untuk menggelorakan salat berjamaah, khususnya salat Subuh, berikutnya diikuti dengan menggerakkan ibadah zakat, infak, dan sedekah di seluruh masyarakat Kukar, khususnya ASN di lingkungan pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan ASN dalam gerakan keagamaan dan sosial memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya budaya berbagi. Dengan meningkatnya kesadaran menunaikan zakat, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Shafik juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari Subuh Akbar yang digagas Pemerintah Kabupaten Kukar. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Sementara itu, penyaluran bantuan kepada 24 mustahik dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi Baznas dalam menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima.
Melalui kegiatan ini, Baznas Kukar berharap semangat beribadah tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam membantu sesama.
Dengan demikian, Safari Subuh Akbar diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam memperkuat kehidupan keagamaan maupun meningkatkan kepedulian sosial masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.(Usw)