

ESENSIAL.ID – Menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan kerja, apalagi saat menjalani ibadah puasa, sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Namun hal tersebut tidak selalu menjadi penghalang untuk tetap aktif dan produktif. Hal inilah yang terlihat dari aktivitas Hijrah Saputra, Chief Executive Officer (CEO) PT Anugerah Putra Kalimantan (PT APKA), yang tetap menjalani rutinitas padat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan kondisi tubuh yang tetap prima.
Sebagai pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), Hijrah Saputra memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik. PT APKA sendiri memiliki sejumlah titik operasional yang tersebar di Kota Samarinda dan Kota Tenggarong, Kalimantan Timur. Dengan cakupan wilayah kerja tersebut, aktivitasnya tidak hanya berkutat di kantor, tetapi juga mengharuskannya turun langsung ke lapangan untuk memantau berbagai lokasi kerja perusahaan.
Di bulan puasa, ritme kerja yang tetap berjalan sering kali menuntut energi dan stamina yang tidak sedikit. Banyak orang biasanya mengurangi aktivitas fisik saat berpuasa agar tidak cepat lelah. Namun bagi Hijrah Saputra, Ramadhan justru tidak menjadi alasan untuk mengurangi produktivitas. Ia tetap beraktivitas seperti biasa, melakukan pemantauan ke berbagai titik operasional perusahaan yang dikelolanya.
Kesibukan tersebut membuatnya harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam satu hari. Meski begitu, ia mengaku tetap mampu menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama menjalani aktivitas tersebut.
Menurut Hijrah, ada satu prinsip sederhana yang selama ini ia pegang dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja di bulan puasa. Prinsip tersebut berkaitan dengan cara memaknai setiap kegiatan yang dilakukan.
“Niatkan semuanya untuk Ibadah Secara Ikhlas.”
Bagi Hijrah, niat yang tulus menjadi energi tersendiri dalam menjalani berbagai aktivitas. Ia meyakini bahwa ketika seseorang bekerja dengan niat yang baik dan tulus, maka pekerjaan yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga memiliki makna spiritual yang lebih dalam.