

Aktivitas inilah yang membuat Hijrah harus tetap aktif berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, bahkan di tengah bulan puasa. Namun ia memilih untuk melihat aktivitas tersebut sebagai bagian dari ibadah, bukan sekadar kewajiban pekerjaan.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa kebugaran tidak selalu hanya berkaitan dengan olahraga atau aktivitas fisik semata. Cara seseorang memaknai aktivitasnya juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dalam konteks gaya hidup modern, banyak ahli kesehatan mulai menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental. Kedua aspek ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Ketika seseorang memiliki ketenangan batin, motivasi yang jelas, serta tujuan hidup yang kuat, tubuh cenderung lebih mampu beradaptasi terhadap tekanan aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak praktisi kesehatan kini mendorong pendekatan holistik dalam menjaga kebugaran.
Pendekatan holistik tersebut tidak hanya mencakup olahraga, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup, tetapi juga melibatkan aspek psikologis seperti makna hidup, niat, serta nilai yang diyakini seseorang.
Kisah Hijrah Saputra dalam menjalani aktivitas selama bulan Ramadhan menjadi salah satu contoh bagaimana niat dapat menjadi sumber energi yang kuat dalam menjalani kesibukan sehari-hari.