Ribuan Pengunjung Ikut Tanam Pohon di IKN Saat Libur Paskah untuk Pulihkan Hutan Tropis

Pengunjung berpartisipasi menanam pohon di kawasan IKN saat libur Paskah, sebagai bagian dari upaya pemulihan hutan hujan tropis dan pembangunan kota hutan berkelanjutan. (Dok. OIKN)

ESENSIAL.ID – Di tengah deru mesin pembangunan infrastruktur, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan wajah berbeda pada libur panjang Paskah, April 2026, dengan fokus utama pada pemulihan ekologi.

Tercatat sekitar 59.676 orang dan 14.382 kendaraan memadati kawasan tersebut untuk terlibat langsung dalam misi besar mengembalikan kejayaan hutan hujan tropis Kalimantan.

Otorita IKN secara khusus membuka kesempatan publik berpartisipasi menanam pohon di area Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN, mengubah momen liburan menjadi aksi nyata reboisasi.

Sebanyak 500 lubang tanam disiapkan dengan bibit pohon khas seperti balangeran, meranti, dan bodhi.

Pemilihan vegetasi ini didasarkan pada komposisi 70 persen spesies asli Kalimantan dan 30 persen Multi-Trees Purpose Species guna mendukung keberlanjutan fungsi ekologis kawasan secara jangka panjang.

Langkah ini merupakan upaya krusial dalam memperkuat identitas IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan, “Tujuannya apa, kita ingin membudayakan bahwa budaya menanam merupakan salah satu budaya IKN untuk mengembalikan hutan hujan tropis yang menjadi visi IKN sebagai kota hutan,” ujarnya.

Diharapkan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, bibit-bibit tersebut tumbuh menjadi kanopi yang memulihkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan penyerapan karbon.

Partisipasi masyarakat, termasuk warga lokal dan pengunjung luar daerah, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya penghijauan ini.

Selain menanam, pengunjung juga memanfaatkan momen untuk menikmati panorama hijau di area destinasi baru.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, memberikan apresiasi atas ketertiban publik dan komitmen bersama dalam membangun kota masa depan yang hijau.

Sinergi antara pembangunan fisik dan pemulihan alam ini menegaskan posisi IKN sebagai paru-paru baru di Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait