Satu Abad Douglas World Cruiser: Misi Bersejarah Pertama Keliling Dunia

Pesawat Douglas World Cruiser “Chicago” melintas di atas perairan dalam misi bersejarah keliling dunia tahun 1924. Dengan pelampung yang memungkinkannya mendarat di laut, pesawat ini menjadi simbol keberanian dan inovasi teknologi penerbangan awal abad ke-20. (Wikipedia)

ESENSIAL.ID – Dunia penerbangan merayakan tonggak sejarah monumental, di mana tepat satu abad lalu manusia berhasil mengelilingi bola bumi melalui jalur udara. Pencapaian luar biasa ini ditorehkan oleh para penerbang dari Layanan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army Air Service) pada tahun 1924.

Misi tersebut tidak hanya menguji batas kemampuan fisik manusia, tetapi juga ketangguhan teknologi pesawat Douglas World Cruiser (DWC). Perjalanan ambisius ini dimulai pada 6 April 1924 dari Lapangan Terbang Sand Point di Seattle, dengan menggunakan empat pesawat pengebom torpedo Navy DT-2 yang telah dimodifikasi secara khusus agar mampu menempuh jarak jauh.

Pesawat DWC dirancang dengan peningkatan teknis signifikan, termasuk kapasitas bahan bakar yang diperbesar dan struktur badan pesawat yang diperkuat. Inovasi krusial pada masa itu adalah penggunaan pelampung dan roda yang dapat diganti-ganti, memungkinkan pesawat mendarat di air maupun darat.

Kemampuan ini sangat vital, mengingat rute perjalanan melintasi samudra luas dan wilayah daratan yang masih minim infrastruktur modern.

Ekspedisi menantang ini memakan waktu selama 175 hari dengan total jarak tempuh mencapai lebih dari 26.345 mil atau sekitar 42.398 kilometer. Meski memulai perjalanan dengan empat pesawat, hanya dua pesawat yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian misi hingga kembali ke Seattle pada 28 September 1924.

Kedua pesawat tersebut adalah Chicago, yang diawaki oleh Lowell H. Smith dan Leslie P. Arnold, serta New Orleans, yang dikendalikan oleh Erik H. Nelson dan John Harding Jr. Dua pesawat lainnya dilaporkan mengalami kecelakaan dan terpaksa mendarat darurat selama misi berlangsung, namun seluruh kru dipastikan selamat.

Keberhasilan misi ini didukung oleh perencanaan logistik yang sangat matang, melibatkan 74 lokasi pendaratan yang diatur dengan dukungan luas dari Angkatan Laut, Penjaga Pantai, hingga Biro Perikanan Amerika Serikat.

Para penerbang menghadapi tantangan cuaca ekstrem, mulai dari dinginnya wilayah Arktik hingga panas tropis, serta kegagalan mekanis dan kelelahan fisik. Atas pencapaian tersebut, para kru dianugerahi Distinguished Service Medal dan memenangkan Mackay Trophy tahun 1924.

Secara historis, penerbangan ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan potensi besar perjalanan udara jarak jauh dan meletakkan fondasi bagi rute penerbangan internasional di masa depan.

Keberhasilan tersebut membuktikan kekuatan teknologi dan organisasi U.S. Army Air Service, yang kelak bertransformasi menjadi Angkatan Udara AS (U.S. Air Force). Inspirasi dari misi tahun 1924 ini terus bergulir, memicu berbagai penerbangan solo maupun komersial oleh generasi penerbang berikutnya di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait