


ESENSIAL.ID – Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan perannya sebagai jembatan kemanusiaan melalui aksi sosial pembagian sembako massal. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) ini menjadi potret nyata kolaborasi antara lembaga sosial, korporasi, perwakilan rakyat, dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Bertempat di kantor yayasan yang berlokasi di RT 1, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, acara ini menjadi titik temu berbagai elemen bangsa yang memiliki visi serupa dalam pengentasan beban ekonomi warga.
Keberhasilan penyaluran bantuan ini tidak lepas dari dukungan penuh PT Pupuk Kalimantan Timur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Sinergi ini menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran krusial dalam mendukung inisiatif lokal yang menyentuh langsung akar rumput.
Sejak pagi hari, antusiasme warga dari berbagai kelurahan di Tenggarong sudah terlihat dengan memadati lokasi acara. Kedisiplinan dan ketertiban menjadi prioritas utama pihak penyelenggara, mengingat jumlah paket yang disalurkan mencapai 1.500 paket sembako yang diperuntukkan bagi kaum duafa dan warga prasejahtera.
Acara dibuka secara resmi oleh Pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Sayyid Thoriq Assegaff. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya rasa peduli dan peran aktif lembaga di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban mereka,” ujar Sayyid Thoriq di hadapan para tamu undangan dan warga.
Kalimat tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab sosial kolektif.
Kehadiran para tokoh penting dalam acara ini memberikan sinyal kuat akan adanya dukungan politik dan administratif terhadap gerakan sosial di Kukar. Tampak hadir anggota DPR RI Sarifah Suraidah Mas’ut melalui perwakilannya, serta Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi Golkar, Prof. Dr. Husni Fahrudin.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui yayasan mendapatkan perhatian di tingkat legislatif. Di sisi lain, kehadiran Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, bersama perwakilan Kelurahan Sukarame memastikan bahwa kegiatan ini selaras dengan program pembangunan kesejahteraan yang dicanangkan pemerintah kelurahan.
Sinergi ini semakin lengkap dengan keterlibatan aktif berbagai organisasi kemasyarakatan yang membantu teknis pelaksanaan di lapangan.
Laskar Kebangkitan Kutai, DPD ABI Kutai Kartanegara, dan Muslimah ABI Kukar bahu-membahu bersama pengurus yayasan untuk mengatur alur antrean agar tetap rapi dan tepat sasaran.
Ketua Yayasan, Ahmad Fauzi, beserta jajarannya turun langsung memantau distribusi guna memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak.
Melalui model kolaborasi multipihak seperti ini, Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari berharap dapat memicu semangat solidaritas yang lebih luas di Kutai Kartanegara, sehingga tantangan ekonomi masyarakat dapat dihadapi secara bersama-sama.
