ESENSIAL.ID – Dalam rangka perayaan Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei, SMP Negeri 10 Loa Kulu menyelenggarakan Festival Literasi Mandik Teapai. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pelepasan murid kelas IX tahun ajaran 2025/2026, dengan konsep yang unik dan meriah.
Sebagai bagian dari festival, murid kelas IX menampilkan parade kostum tokoh-tokoh dari buku, novel, atau komik yang telah mereka baca selama tiga tahun terakhir di Smepten. Parade ini menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan dan pahlawan nasional, seperti K.H. Dewantara, B.J. Habibie, Ibunda Yusuf Kalla, Kartini, dan Kristina Martha Tiahahu dan sebagainya.
Selain tokoh sejarah dan pendidikan, parade juga menampilkan tokoh-tokoh fiksi dan tokoh dalam karya sastra, seperti Ibunda Hamid dari Di Bawah Lindungan Kabah, Ainun dari buku Habibie & Ainun, serta Ibu Fatmawati, penjahit bendera pusaka. Tidak ketinggalan, ada juga penampilan yang mengejutkan, seperti tiga orang Firaun, pocong, dan suster ngesot. Semua kostum dipilih berdasarkan ketersediaan, sehingga tidak selalu mencerminkan tokoh favorit murid.
Dalam pembukaan festival, Ibu Emy Rosana Saleh, Kepala Bidang Pembinaan SMP, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh murid. Hadir pula Bapak Rubiyanto, Koordinator Pengawas SMP, yang menyampaikan apresiasi atas prestasi murid dan dedikasi guru selama ini.
Kegiatan ini berhasil terselenggara tanpa iuran dari orang tua murid, membuktikan kemampuan Smepten dalam mengemas festival literasi dan pelepasan kelas IX secara kreatif dan berkesan. Rizal, murid terbaik non-akademik, mengungkapkan kesedihannya harus berpisah dengan sekolah, sekaligus kebanggaannya atas prestasi yang diraih selama menempuh pendidikan di Smepten.

Selain parade kostum, Festival Literasi juga menampilkan hasil karya kepala sekolah, guru, dan murid, dalam bentuk buletin sekolah, buku, cerpen, dan puisi. “Kemasan unik untuk sebuah agenda perpisahan,” ujar Bunda Diaz, Ketua Forum Indonesia Book Party (IBP), yang turut hadir dan mengapresiasi penyelenggaraan festival ini.
Pengurus Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) juga ikut hadir, memperkuat nuansa literasi dalam festival. Pertemuan dengan IBP membuka peluang kolaborasi baru bagi kedua organisasi. “Apapun bentuk kegiatannya, selama berkaitan dengan literasi, saya siap mendukung,” kata Bu Listi, pegiat literasi sekaligus pemilik Bucheros Gasing.

Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Loa Kulu, Isnaini Fidhiatil Ulla, menyatakan rasa bangga dan mengapresiasi seluruh murid serta guru yang telah mewujudkan mimpi untuk kegiatan ini. Ia menambahkan bahwa Festival Literasi “Mandik Teapai” akan menjadi agenda rutin tahunan dalam perayaan Hari Buku Nasional.
Memang ‘mandik teapai’ smepten, acara yang keren. Selamat untuk murid, guru dan Kepala Sekolah, semoga menjadi inspirasi kami.
Terima kasih pak Emon, tegaknya Kawa Etam kolab untuk literasi nu