ESENSIAL.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program Baznas Tanggap Bencana menyalurkan bantuan makanan kepada warga korban kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Melayu , Kecamatan Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Sebanyak 250 nasi bungkus disiapkan Baznas Kukar untuk memenuhi kebutuhan sarapan pagi warga yang berada di posko pengungsian. Selain makanan, Baznas juga menyerahkan 10 dus air minum untuk mendukung kebutuhan dasar para korban dan warga terdampak.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Ketua Baznas Kukar Muhammad Shafik Avicenna. Ia didampingi Wakil Ketua II Baznas Kukar Bidang Pendayagunaan dan Administrasi, Wiwik Angranti, serta sejumlah anggota tim Baznas Kukar.
Muhammad Shafik mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi Baznas Kukar dengan pihak kecamatan dan kelurahan setelah kebakaran terjadi. Tim Baznas bahkan telah berada di lokasi sejak malam sebelumnya untuk membantu penanganan warga terdampak.
“Setelah kami koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, kami memang sudah menurunkan tim sejak semalam mendampingi di sini,” kata Muhammad Shafik.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi, Baznas Kukar mendapat tugas untuk menyiapkan kebutuhan sarapan pagi bagi warga terdampak kebakaran. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan yang telah dihimpun di posko.
“Sesuai kesepakatan, kami mendapatkan tugas untuk menyiapkan sarapan pagi sejumlah 250 paket. Sudah kami sampaikan, termasuk dengan air minumnya 10 dus,” ujarnya.
Selain bantuan makanan, Baznas Kukar juga menyiapkan bantuan berupa uang tunai bagi warga yang menjadi korban maupun terdampak kebakaran. Namun, penyaluran bantuan tersebut masih menunggu data riil mengenai jumlah warga yang terdampak.
Muhammad Shafik menjelaskan, Baznas memiliki standar pemberian bantuan berdasarkan kondisi korban. Warga yang rumahnya habis terbakar akan mendapatkan bantuan sebesar Rp350 ribu per jiwa, sedangkan warga yang terdampak kebakaran memperoleh Rp250 ribu per jiwa.
“Kalau yang habis terbakar itu Rp350.000, nanti yang terdampak Rp250.000 per jiwa,” jelasnya.
Data sementara yang dihimpun mencatat sebanyak 151 jiwa dari 50 kepala keluarga terdampak musibah kebakaran tersebut. Data tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi sebelum digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan tunai.
Baznas Kukar menargetkan bantuan uang tunai dapat segera disalurkan setelah data korban diterima dan dinyatakan valid. Muhammad Shafik memastikan proses tersebut tidak akan berlangsung lama karena Baznas telah memiliki mekanisme penyaluran bantuan bagi korban bencana.

“Kalau kami cepat saja. Karena kami sudah punya standar, begitu data masuk, insyaallah segera. Maksimal dua hari harus sudah tersalurkan,” tegasnya.
Muhammad Shafik menyebut kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Danau Aji, Gang Wakaf, dan Jalan Sultan Alimuddin Tenggarong, menjadi salah satu musibah kebakaran terbesar selama periode kepemimpinannya di Baznas Kukar sejak 2022 hingga 2027.
“Ini kebakaran terbesar selama periode kami 2022 sampai 2027, tahun kelima ini. Ini dengan jumlah korban yang paling besar,” ungkapnya.
Ia menyampaikan keprihatinan atas besarnya dampak kebakaran tersebut. Menurutnya, musibah dengan jumlah korban yang cukup besar perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya dalam penanganan pascakejadian, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan antisipasi kebakaran di masa mendatang.
Baznas Kukar juga berencana memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar agar upaya mitigasi dan antisipasi terhadap kejadian serupa dapat diperkuat.
“Kami akan juga memberikan masukan Pak Bupati agar supaya hal-hal yang begini ini bisa lebih bisa diantisipasi, kemudian kita buat program bersama bagaimana supaya bisa lebih mengantisipasi,” katanya.
Penyaluran 250 paket makanan tersebut menjadi langkah awal Baznas Kukar dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi darurat. Selanjutnya, bantuan tunai akan diberikan berdasarkan data riil korban yang telah diverifikasi, dengan harapan dapat membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami dampak akibat kebakaran.(Usw)