ESENSIAL.ID – Jorge Messi, ayah sekaligus agen dari megabintang sepak bola Lionel Messi, dilaporkan meninggal dunia pada usia 68 tahun di kampung halamannya, Rosario, Argentina, Sabtu (8/8/2026) pagi waktu setempat. Mengutip laporan BBC Sport, Jorge mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit setempat setelah berjuang melawan sakit panjang yang dideritanya. Kabar duka ini menjadi kehilangan mendalam bagi dunia sepak bola global, mengingat peran besarnya di balik kesuksesan sang anak.
Sebagai sosok penting di balik karier Lionel Messi, Jorge bukan sekadar seorang ayah melainkan juga agen dan mentor sejak sang kapten tim nasional Argentina itu berusia 14 tahun. Dilansir ESPN, Jorge adalah tokoh kunci yang menegosiasikan kontrak legendaris Messi dengan Barcelona pada tahun 2000 silam, termasuk momen bersejarah penandatanganan di atas serbet kertas. Kerja keras dan dedikasinya mengantarkan sang putra bertransformasi dari pemain muda Newell’s Old Boys hingga meraih puncak prestasi dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kepergian Jorge terjadi tak lama setelah bergulirnya Piala Dunia 2026, di mana kondisi kesehatannya sempat menjadi sorotan publik. Berdasarkan laporan CNN, pihak keluarga sempat memberikan tanggapan untuk meredam spekulasi yang beredar mengenai memburuknya kondisi fisik Jorge selama turnamen akbar tersebut berlangsung. Keluarga Messi memilih untuk menjaga privasi di masa-masa sulit sebelum akhirnya sang ayah dinyatakan wafat pada akhir pekan ini.
Penghormatan dan ucapan duka cita mengalir deras dari berbagai pihak, termasuk klub masa kecil Lionel Messi. Merujuk rilis resmi Newell’s Old Boys, klub menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Messi atas kepergian Jorge yang dikenal dekat dengan komunitas sepak bola di Rosario. Mereka mengenang kontribusi Jorge dalam mendukung talenta-talenta lokal sejak masa mudanya di kota tersebut.
Selama hidupnya, Jorge memegang kendali penuh atas manajemen karier komersial dan olahraga Lionel Messi, termasuk kepindahan sang pemain ke Paris Saint-Germain dan Inter Miami. Perannya yang kokoh di belakang layar memastikan sang anak dapat fokus menorehkan prestasi di lapangan hijau tanpa hambatan birokrasi. Hingga akhir hayatnya, ia tetap dikenal sebagai figur jangkar yang tidak tergantikan dalam kehidupan dan karier sang legenda hidup sepak bola dunia.