Kang GusNu Tekankan Kesadaran Diri sebagai Inti Tradisi pada Halal Bihalal Desa Sarinadi Kukar 2026

Kang GusNu saat menyampaikan tausiyah dihadapan jamaah. (Foto: Esensial.id)

ESENSIAL.ID – Tradisi halal bihalal kembali digelar masyarakat Desa Sarinadi, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu (28/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di jalan raya depan Masjid Al-Amin RT 13, Dusun Sukorejo, dan dihadiri puluhan warga dengan suasana penuh keakraban.

Acara ini menghadirkan penceramah asal Tenggarong, Kang GusNu, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Saunah Kalimantan Timur. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam sebagai sarana refleksi diri.

Menurutnya, halal bihalal menjadi momentum penting untuk menyadari bahwa setiap individu tidak luput dari kesalahan dan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai menjadi langkah awal dalam memperbaiki hubungan antarsesama serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB
Kang GusNu Tekankan Kesadaran Diri sebagai Inti Tradisi pada Halal Bihalal Desa Sarinadi Kukar 2026 2
Suasana keakraban warga desa saat moment berjabat jangan satu sama lain. (Esensial.id)

Kegiatan halal bihalal di Desa Sarinadi sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di dua dusun, yakni Dusun Sukorejo dan Dusun Sidomulyo, sebagai bentuk pemerataan partisipasi masyarakat.

Menariknya, kegiatan ini sepenuhnya digagas oleh warga tanpa keterlibatan pendanaan eksternal. Seluruh biaya pelaksanaan berasal dari swadaya atau iuran masyarakat setempat, mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga.

Antusiasme warga terlihat sejak awal acara hingga selesai. Kehadiran puluhan masyarakat dari berbagai kalangan menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga desa.

Kang GusNu Tekankan Kesadaran Diri sebagai Inti Tradisi pada Halal Bihalal Desa Sarinadi Kukar 2026 1
Antusiasme warga dan tokoh masyarakat Desa Sarinadi saat melantunkan Sholawat. (Esensial.id)

Tradisi halal bihalal yang terus dipertahankan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan spiritual bagi masyarakat. Pesan yang disampaikan Kang GusNu menegaskan bahwa esensi utama halal bihalal terletak pada kesadaran diri untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait