KUA Tenggarong Luncurkan Program Jemput Jodoh Halal (JJH), Target 25 Pasangan di Tahap Perdana

Kepala KUA Tenggarong, Hairillah

ESENSIAL.ID – Bingung mencari pasangan hidup yang serius dan ingin prosesnya tetap sesuai syariat? Kini masyarakat Kutai Kartanegara memiliki alternatif baru. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tenggarong memperkenalkan program Jemput Jodoh Halal (JJH), sebuah layanan yang dirancang untuk mempertemukan calon pasangan melalui proses yang terarah, terverifikasi, dan tetap mengacu pada syariat Islam serta regulasi pernikahan di Indonesia.

Program perdana tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan media Esensial.ID ke KUA Tenggarong, Rabu (30/9/2026). Kepala KUA Tenggarong Hairillah menjelaskan, Jemput Jodoh Halal merupakan kolaborasi antara penghulu dan penyuluh agama di Kutai Kartanegara untuk memberikan edukasi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menemukan pasangan hidup secara lebih baik dan bertanggung jawab.

Menurut Hairillah, gagasan tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya praktik pernikahan yang tidak sesuai dengan regulasi kepenghuluan maupun fikih munakahat. Kondisi itu mendorong KUA untuk mengambil peran lebih aktif, bukan hanya dalam urusan pencatatan pernikahan, tetapi juga memberikan edukasi sejak proses pencarian pasangan hingga persiapan membangun rumah tangga.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

“Latar belakang kegiatan ini adalah melihat masih maraknya pernikahan-pernikahan yang tidak sesuai dengan regulasi kepenghuluan maupun fikih munakahat. Sehingga kami merasa berkepentingan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memudahkan mereka mendapatkan jodoh yang halal,” ujar Hairillah.

Dalam pelaksanaannya, calon peserta akan melakukan pendaftaran secara daring melalui media yang disiapkan untuk program JJH. Peserta kemudian mengisi biodata dan informasi yang diperlukan. Setelah terdaftar, peserta dapat berkomunikasi dengan calon pasangan melalui kontak masing-masing sebagai tahap awal untuk saling mengenal.

KUA Tenggarong juga akan membentuk grup khusus bagi peserta yang telah terhimpun. Grup tersebut menjadi ruang edukasi dan komunikasi, dengan materi yang akan diberikan oleh penghulu maupun penyuluh agama. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan terkait hubungan, pernikahan, maupun persiapan membangun keluarga untuk mendapatkan arahan sesuai kapasitas dan bidang keilmuan pendamping program.

Hairillah mengatakan, tahap berikutnya akan mempertemukan para peserta dalam sebuah kegiatan bersama. Mereka akan mendapatkan materi mengenai psikologi rumah tangga dari tenaga ahli, ketahanan keluarga, serta kesehatan calon pengantin. Rangkaian tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menemukan pasangan, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai kehidupan rumah tangga sebelum memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan.

Untuk tahap awal, KUA Tenggarong menargetkan sedikitnya 25 pasangan peserta. Jika antusiasme masyarakat tinggi, program tersebut akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan jumlah peserta yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan partisipasi masyarakat.

WhatsApp Image 2026 09 30 at 13.26.46 1
Temukan pasanganmu disini dan scan barcodenya

Pada tahap akhir, peserta yang telah berkomunikasi dan menemukan kecocokan akan kembali diberikan ruang untuk menentukan pilihan secara terbuka. Mereka akan diminta menyampaikan alasan memilih calon pasangan serta memastikan kesediaan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Jika pasangan telah menyatakan kesiapan untuk menikah, KUA Tenggarong menyiapkan konsep fasilitasi pernikahan yang diberi nama “Married On The Road”. Dalam konsep tersebut, prosesi ijab kabul akan dilaksanakan di atas kendaraan berukuran besar yang telah disiapkan, dengan melibatkan penghulu, saksi, serta perlengkapan pernikahan. Setelah perjalanan berakhir, pasangan akan menuju lokasi yang telah disiapkan untuk melanjutkan rangkaian resepsi.

Hairillah menegaskan, program Jemput Jodoh Halal tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kecamatan Tenggarong. Masyarakat dari luar Tenggarong, termasuk dari Samarinda maupun wilayah lain di Kutai Kartanegara, diperbolehkan mengikuti program selama bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pilihan pasangan juga sepenuhnya diserahkan kepada peserta berdasarkan proses komunikasi dan kecocokan masing-masing.

Program tersebut juga memiliki ketentuan mengenai status peserta. JJH terbuka bagi mereka yang belum pernah menikah maupun peserta berstatus janda atau duda yang telah memenuhi persyaratan dan dapat menunjukkan dokumen resmi. Bagi peserta yang berstatus cerai hidup, diperlukan akta cerai dari Pengadilan Agama, sedangkan peserta yang berstatus cerai mati harus memiliki dokumen kematian yang sah.

Sebaliknya, KUA Tenggarong tidak memfasilitasi pasangan yang telah menjalani pernikahan siri. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari komitmen program untuk mendorong hubungan dan pernikahan yang tidak hanya sesuai dengan ajaran agama, tetapi juga tercatat secara resmi oleh negara.

“Intinya kami ingin membawa atau mewujudkan masyarakat Tenggarong ini mendapatkan jodohnya secara baik dan benar, kemudian mewujudkan keinginan mereka membangun rumah tangga secara baik dan benar pula. Terlaksana sesuai dengan ajaran agama dan tercatat di lembaran negara sebagai bukti konkret pernikahan mereka diakui oleh negara,” kata Hairillah.

Melalui Jemput Jodoh Halal, KUA Tenggarong tidak sekadar mempertemukan calon pasangan, tetapi juga menempatkan edukasi, kesiapan berumah tangga, kepatuhan terhadap aturan pernikahan, dan pencatatan resmi sebagai bagian penting dalam proses menuju keluarga yang diharapkan dapat dibangun secara baik dan bertanggung jawab.(Usw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.