

ESENSIAL.ID – Bagi masyarakat di awal abad ke-20, langit adalah domain eksklusif milik pria. Teknologi pesawat terbang yang masih seumur jagung dianggap terlalu berbahaya dan rumit untuk disentuh oleh tangan wanita. Namun, pada 8 Maret 1910, sebuah sejarah besar tercipta. Elise Raymonde Deroche, seorang wanita asal Paris, membuktikan bahwa keberanian tidak mengenal batasan gender dengan menjadi wanita pertama di dunia yang meraih lisensi pilot resmi.
Lahir dari keluarga sederhana sebagai putri seorang tukang ledeng, Raymonde awalnya meniti karier sebagai aktris dengan nama panggung “Baroness” Raymonde de Laroche. Namun, jiwanya yang haus akan petualangan terpikat oleh deru mesin pesawat yang baru saja ditemukan. Terinspirasi oleh pencapaian Wright Bersaudara di Prancis, ia membulatkan tekad untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pengendali di kokpit.
Ia kemudian mendekati Charles Voisin, seorang pembangun pesawat terkemuka, untuk mengajarinya terbang. Tantangannya luar biasa, pesawat masa itu hanya memiliki satu kursi tunggal. Artinya, Voisin tidak bisa duduk di sampingnya untuk memberi arahan. Raymonde harus mengudara sendirian, mengandalkan insting dan teriakan instruksi Voisin dari darat yang nyaris tenggelam oleh suara mesin. Dengan ketenangan luar biasa, ia berhasil menguasai burung besi tersebut.
Keberhasilan Raymonde bukan sekadar dongeng. Pencapaian ini tervalidasi secara resmi dalam arsip Aéro-Club de France dan Fédération Aéronautique Internationale (FAI), di mana ia tercatat sebagai pemegang lisensi pilot nomor 36. Namanya kini bersanding dengan para pionir dirgantara lainnya di National Air and Space Museum (Smithsonian).
Meski kariernya diwarnai berbagai kecelakaan hebat hingga ia wafat dalam uji coba pesawat pada 1919, semangatnya tidak pernah padam. Ia sempat memecahkan rekor ketinggian terbang wanita setinggi 15.700 kaki sebelum akhir hayatnya. Kini, setiap tanggal 8 Maret, dunia merayakan Women of Aviation Worldwide Week untuk menghormati jejak langkahnya yang membuka pintu bagi jutaan pilot wanita di masa depan.
Kisah Raymonde mengajarkan kita bahwa keterbatasan seringkali hanyalah konstruksi sosial. Untuk menaklukkan “langit” dalam hidup, kita harus berani mengambil kendali dan terbang tinggi, meskipun dunia meragukan kemampuan kita.