ESENSIAL.ID – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan persiapan menjelang pelantikan kepengurusan periode 2026–2031. Acara yang mengusung tema “Berakar di Gerakan, Berdaya Membangun Daerah” ini dijadwalkan akan dihelat pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Rangkaian kegiatan tersebut juga akan disempurnakan dengan dialog publik yang mengangkat isu strategis mengenai transisi energi.
Berdasarkan laporan panitia, persiapan teknis di lapangan hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jajaran panitia pelaksana terus mengoptimalkan koordinasi guna memastikan seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi pelantikan hingga forum dialog, dapat terlaksana secara tertib dan sukses sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ketua Panitia Pelantikan, Mohammad Noor, S.Sos. yang akrab disapa Amat, menyatakan bahwa pihaknya secara aktif terus menyelaraskan berbagai kebutuhan teknis di lokasi acara. Undangan kepada para pemangku kepentingan, tamu kehormatan, serta para alumni juga telah didistribusikan secara merata oleh panitia kepada pihak-pihak terkait.
“Alhamdulillah, persiapan panitia sejauh ini berjalan dengan baik. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal. Undangan juga telah didistribusikan kepada pihak-pihak yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini,” ujar Amat.
Lebih lanjut, pemilihan Pendopo Odah Etam di Tenggarong sebagai lokasi utama didasarkan atas kapasitas tempat yang memadai untuk menampung para tamu undangan dari berbagai kalangan. Panitia berharap dukungan penuh dari seluruh elemen terkait dapat memperlancar jalannya acara tersebut. Pemilihan tema kegiatan juga dimaksudkan untuk merefleksikan peran aktif alumni PMII dalam mengawal pembangunan daerah melalui ragam profesi pengabdian.
Melalui kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan panitia, seluruh rangkaian acara ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi semata. Lebih dari itu, panitia berupaya menyediakan ruang pertukaran gagasan yang produktif bagi para alumni serta masyarakat luas dalam menyikapi dinamika aktual pembangunan di wilayah Kutai Kartanegara.