ESENSIAL.ID – Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 7 Tenggarong menggelar kegiatan latihan gabungan PMR Madya dan Wira pada Minggu, (25/10/ 2026). Kegiatan yang berlangsung di SMPN 7 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, ini diikuti sejumlah sekolah dari tingkat SMP hingga SMA/MA.
Latihan gabungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antarangggota PMR Madya dan Wira, mengembangkan keterampilan pertolongan pertama, serta mengimplementasikan Tri Bakti PMR dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta kegiatan terdiri atas anggota PMR Wira dari MAN 2 Tenggarong, SMAN 2 Tenggarong, dan SMAN 2 Loa Kulu. Sementara itu, peserta PMR Madya berasal dari SMP YPK Tenggarong, SMPN 5 Loa Kulu, SMPN 8 Tenggarong, dan SMPN 7 Tenggarong sebagai tuan rumah.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memberikan materi mengenai pertolongan pertama. Materi ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan bantuan kepada orang yang mengalami cedera atau membutuhkan pertolongan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Melalui latihan gabungan ini, para anggota PMR diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas pertemanan, dan memperkuat kerja sama antarsekolah.
Kepala SMPN 7 Tenggarong, Tri Rahayu Ningsih, menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Latihan gabungan ini merupakan gagasan PMR Madya SMPN 7 Tenggarong yang mendapat dukungan sekolah, termasuk bantuan dana untuk pelaksanaan kegiatan.
Tri Rahayu Ningsih berharap kegiatan latihan gabungan PMR Madya dan Wira dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak pelajar yang memperoleh manfaat dari kegiatan kepalangmerahan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Selain mempererat silaturahmi antarangggota PMR, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan pertolongan pertama, menambah pengalaman, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Dukungan sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendorong kegiatan positif yang dapat mengembangkan keterampilan, karakter, dan kepedulian sosial peserta didik.
Apresiasi juga disampaikan Martha Luq, Pembina PMR SMPN 5 Loa Kulu. Ia menyambut baik kegiatan latihan gabungan tersebut karena memberikan kesempatan kepada para anggota PMR untuk menambah pengetahuan dan wawasan, khususnya dalam bidang pertolongan pertama, sekaligus memperluas pertemanan dengan anggota PMR dari sekolah lain.
Menurut Martha, kegiatan semacam ini memiliki manfaat penting bagi pembinaan anggota PMR. Selain mendapatkan materi dari narasumber PMI Kukar, para siswa juga dapat belajar melalui interaksi dan pengalaman bersama peserta dari sekolah lain.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada SMPN 7 Tenggarong yang telah mengundang PMR SMPN 5 Loa Kulu untuk mengikuti latihan gabungan PMR Madya dan Wira. Kesempatan tersebut dinilai menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk meningkatkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta memahami pentingnya membantu sesama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penerapan Tri Bakti PMR, yaitu meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti kepada masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan para anggota PMR, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui latihan gabungan ini, PMR SMPN 7 Tenggarong berharap semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar semakin tumbuh. Dengan bekal pengetahuan pertolongan pertama dan pengalaman berorganisasi, anggota PMR diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tanggap, peduli, dan siap membantu sesama sesuai kemampuan serta prosedur pertolongan yang benar.(Usw)