ESENSIAL.ID – Pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2030 menjadi momentum penguatan peran ulama dalam mendukung pembangunan sosial dan keumatan di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (11/4/2026) ini dihadiri Gubernur NTB HL Muhamad Iqbal serta Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Nusron Wahid.
Berdasarkan laporan dari kegiatan tersebut, pemerintah daerah menilai ulama memiliki posisi penting dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Selain isu sosial, tantangan kemiskinan ekstrem yang masih menyasar ribuan kepala keluarga di NTB juga menjadi perhatian serius, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mencari solusi yang berkelanjutan.
Gubernur NTB dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan spiritual menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan program strategis daerah, meskipun tidak secara khusus disebut sebagai program prioritas. Ia memandang nilai-nilai keagamaan yang kuat akan berdampak langsung pada perilaku sosial masyarakat dan mendukung tercapainya pembangunan di sektor lainnya.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan bahwa peran ulama tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kekuatan sebuah negara bertumpu pada keilmuan ulama, penegakan hukum yang adil, serta kebijakan politik yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Di sisi lain, Ketua MUI Pusat bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital KH Masduki Baidlowi menyoroti tantangan yang dihadapi ulama saat ini, terutama terkait menurunnya kepercayaan publik akibat pengaruh media sosial. Ia menilai fenomena tersebut telah menggeser otoritas keilmuan ulama dengan arus informasi yang lebih mengedepankan popularitas dibandingkan substansi.
Ketua MUI NTB terpilih, Dr TGH Badrun, menyatakan bahwa kepengurusan baru yang terdiri dari 124 orang dari berbagai latar belakang keilmuan siap menjalankan peran strategis dalam membangun umat dan mendukung program pemerintah daerah.
“Maka MUI sebagai wadah berkumpulnya para ulama memiliki peran besar,” ujar Nusron.
Melalui kepengurusan baru ini, MUI NTB diharapkan mampu memperkuat kontribusi ulama dalam menjawab tantangan sosial sekaligus mendorong pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan di wilayah tersebut.