Hairillah berharap program Jemput Jodoh Halal tidak berhenti pada pelaksanaan perdana. Ia ingin program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam beberapa tahap berikutnya.
“Harapan saya, program kami bisa berjalan secara kontinu, terus-menerus, karena kami melihat banyak sisi baiknya. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut, ada JJH tahap dua, part 2, part 3, part 4 dan seterusnya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menjadikan pernikahan sebagai sesuatu yang menakutkan selama telah memiliki kesiapan yang memadai.
Menurut Hairillah, ketika seseorang telah mencapai usia minimal yang dipersyaratkan, memiliki kesiapan secara finansial dan memenuhi kriteria untuk menikah, maka pernikahan dapat dipertimbangkan dengan tetap melibatkan dan memperoleh izin kedua orang tua.
“Menikah itu tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan oleh anak muda sekarang ini. Kalau memang sudah mapan secara umur dan finansial, segeralah ajukan permohonan nikah ke KUA terdekat,” pesannya.
Melalui program Jemput Jodoh Halal, KUA Tenggarong berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki alternatif untuk menemukan pasangan melalui proses yang lebih terarah, mendapatkan edukasi sebelum menikah, serta melaksanakan pernikahan yang sesuai dengan ketentuan agama dan tercatat secara resmi oleh negara.(Usw)