ESENSIAL.ID – Pemerintah Desa Sebelimbingan bersama masyarakat mulai melakukan berbagai persiapan menjelang Open Turnamen Sepak Bola Sebelimbingan Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026. Turnamen yang digelar di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ini menargetkan sebanyak 45 tim peserta dengan total hadiah puluhan juta rupiah.
Kepala Desa Sebelimbingan, Sauqani, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikannya saat dihubungi Esensial.id melalui pesan WhatsApp, Senin (13/10/2026).
Sejumlah persiapan yang dilakukan meliputi pembersihan rumput di sekitar lokasi kegiatan, pemasangan umbul-umbul, serta spanduk untuk menyambut pelaksanaan turnamen. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kegiatan olahraga tahunan tersebut.

Menurut Sauqani, Sebelimbingan Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola, melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan Desa Sebelimbingan kepada masyarakat yang lebih luas.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan kuota sebanyak 45 tim. Berkaca pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, turnamen tersebut mendapat antusiasme dari peserta yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Kota Bangun, tetapi juga dari wilayah lain, termasuk Tenggarong dan Samarinda.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 13 Oktober 2026 hingga kuota tim terpenuhi. Sementara itu, technical meeting dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026, sebelum pertandingan dimulai pada 25 Oktober 2026.
Turnamen ini juga memiliki makna khusus karena pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Desa Sebelimbingan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa berharap momentum perayaan hari jadi dapat diisi dengan aktivitas positif yang melibatkan masyarakat serta mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola.
Dari sisi penghargaan, panitia menyiapkan hadiah bagi empat tim terbaik. Juara pertama akan memperoleh Rp25 juta, juara kedua Rp18 juta, juara ketiga Rp12 juta, dan juara keempat Rp7 juta.
Selain hadiah untuk tim, panitia juga menyediakan penghargaan individu berupa hadiah masing-masing Rp1 juta untuk kategori top skor, pemain terbaik (best player), dan penjaga gawang terbaik (best goalkeeper). Dengan hadiah tersebut, para pemain diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
Sauqani menjelaskan, pendaftaran turnamen ini tidak dipungut biaya. Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Taufik Ridiannur, anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut, Sauqani juga mengusung moto, “Demi Tersohor, Siap Tekor.” Ungkapan itu menjadi gambaran semangatnya untuk membawa nama Desa Sebelimbingan semakin dikenal melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap Sebelimbingan Cup 2026 dapat berjalan lancar, mendapat sambutan positif dari para peserta, serta menjadi agenda yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapan kami, agar Sebelimbingan selalu dikenal dan dikenang oleh seluruh masyarakat Kukar, dan desa kami masuk kategori desa mandiri,” demikian harapan Sauqani.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Sebelimbingan Cup 2026 diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran tim peserta, pendamping, dan penonton dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas jual beli selama turnamen berlangsung.
Pedagang makanan dan minuman, pemilik warung, serta pelaku usaha kecil lainnya berpeluang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan. Ramainya pengunjung juga diharapkan dapat membuka kesempatan usaha bagi masyarakat setempat, sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi desa.
Melalui kegiatan tahunan ini, Sebelimbingan Cup tidak hanya diharapkan menjadi sarana pengembangan olahraga dan promosi desa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, penyelenggaraan turnamen sepak bola tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan masyarakat serta antusiasme peserta dari berbagai daerah, turnamen ini diharapkan mampu menjadi salah satu kegiatan unggulan Desa Sebelimbingan di Kabupaten Kutai Kartanegara.(Usw)