

ESENSIAL.ID – Dugaan muatan yang tidak seimbang menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal ferry penyeberangan di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di RT 004 Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 18.15 Wita.
Peristiwa itu terjadi saat kapal tengah mengangkut satu unit mobil jenis Ford Everest dan satu sepeda motor. Beban yang diduga terlalu berat di bagian depan kapal membuat keseimbangan terganggu hingga kapal perlahan condong ke depan dan akhirnya tenggelam bersama muatannya.
Saksi mata di lokasi menyebutkan, kapal sempat terlihat miring sebelum akhirnya tidak mampu menahan beban. Kondisi tersebut mempercepat proses tenggelamnya kapal di perairan Sungai Mahakam.
Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani menjelaskan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah kendaraan naik ke atas kapal. “Waktu itu ada mobil Ford Everest sama motor naik ke kapal, kemungkinan bebannya terlalu berat di depan, jadi kapal langsung miring dan tenggelam. Tapi alhamdulillah semua penumpang bisa selamat.”
Meski kapal tenggelam, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi dalam keadaan selamat.
Namun demikian, insiden ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta. Kerugian tersebut meliputi satu unit kapal ferry penyeberangan serta kendaraan yang ikut tenggelam.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi.
Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan membentuk tim gabungan guna melakukan pencarian kapal dan kendaraan yang masih berada di dasar sungai.
Dari kejadian ini, penting menjadi perhatian bahwa pengaturan distribusi muatan pada kapal penyeberangan harus dilakukan secara tepat agar keseimbangan tetap terjaga, sehingga risiko kecelakaan serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.