Masjid Nurul Hidayah Tenggarong Kembali Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Siapkan 9 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Dokumentasi Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah (Jaidi Dua Dari Kiri ) Bersama Ketua Panitia Hewan Kurban (Kukuh Baju Hitam), Wahyu (Baju Putih) dan Sekretaris Masjid Eko (Foto Pertama Dari Kiri) Esensial.ID

ESENSIAL.ID – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, panitia kurban Masjid Nurul Hidayah yang berlokasi di Jalan Tirta Kencana, Kelurahan Melayu Tenggarong, memastikan persiapan pemotongan hewan kurban tahun 2026 telah rampung. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Senin (25 /5/2026), pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Nurul Hidayah dijadwalkan berlangsung pada Rabu (27/5/2026), dengan total 9 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang berasal dari partisipasi jamaah serta masyarakat sekitar sebagai wujud semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menyambut Idul Adha.

Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah, Jaidi, mengatakan seluruh sapi yang dikurbankan tahun ini merupakan hasil patungan dari jamaah dan warga sekitar yang secara rutin mempercayakan pelaksanaan kurban kepada panitia masjid setiap tahunnya. Menurutnya, kepercayaan tersebut dijaga dengan memastikan pemilihan hewan kurban berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.

“Seluruh sapi ini hasil patungan jamaah dan masyarakat sekitar. Kami sebagai panitia dan pengurus masjid berupaya mencarikan sapi terbaik. Ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun sehingga jamaah yang berkurban merasa puas dengan kondisi  dan harga yang yang relatif terjangkau,” ujar Jaidi.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban didatangkan langsung dari wilayah Separi 3, Kecamatan Tenggarong Seberang. Harga satu ekor sapi berkisar antara Rp22 juta hingga Rp23 juta. Dengan kisaran harga tersebut, panitia berhasil mendapatkan sapi berukuran besar dan dalam kondisi gemuk serta sehat. Sapi terbesar diperkirakan memiliki bobot daging mencapai sekitar 100 kilogram.

sapi
Sembilan Ekor Sapi dan 2 ekor Kambing Hewan Kurban Masjid Nurul Hidayah Tenggarong. Esensial.ID

Proses pendistribusian daging kurban dilakukan secara tertib menggunakan sistem kupon yang disebarkan sehari sebelum pelaksanaan oleh pengurus RT kepada warga yang berhak menerima. Sebanyak 900 paket daging kurban disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat di empat wilayah RT, yakni RT 38, RT 44, dan RT 46 di Kelurahan Melayu, serta RT 53 di Kelurahan Loa Ipuh.

Setiap kantong plastik berisi daging dan potongan tulang dengan berat rata-rata 7 hingga 8 ons. Warga diminta datang langsung ke masjid pada pukul 15.00 Wita dengan membawa kupon untuk mengambil daging kurban.

Pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian melibatkan sekitar 100 warga sekitar masjid, termasuk keterlibatan ibu-ibu dalam proses pengemasan daging. Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan selesai pada siang hari sehingga distribusi dapat berjalan lancar sesuai jadwal.

Jaidi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah memberikan bantuan dana operasional sebesar Rp500 ribu untuk setiap ekor sapi, dengan total bantuan mencapai Rp 4,5 juta untuk sembilan ekor sapi. Sementara, dua ekor kambing yang turut dikurbankan berasal dari jamaah Masjid Nurul Hidayah.

baznas qurban 1
Dokumentasi Bantuan Operasional’Kurban Etam” dari Baznas Kukar.Esensial.ID

Lebih lanjut, ia mengapresiasi seluruh jamaah dan masyarakat muslim di sekitar lingkungan masjid atas kepercayaan yang terus diberikan kepada panitia dalam pelaksanaan ibadah kurban setiap tahunnya. Menurutnya, semangat kebersamaan dan partisipasi tersebut diharapkan terus terjaga sehingga pada tahun-tahun mendatang semakin banyak jamaah yang dapat kembali berkurban. Pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi wujud ibadah, tetapi juga sarana menebarkan keberkahan bagi keluarga, masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat syiar Islam di lingkungan Masjid Nurul Hidayah.

“Setelah pelaksanaan ini, kami langsung membuka kesempatan bagi jamaah yang ingin mulai menabung kurban. Tidak ada patokan nominal, ada yang menabung Rp200 ribu, Rp500 ribu, bahkan Rp1 juta per bulan. Harapannya, semakin banyak jamaah yang bisa ikut berkurban di tahun berikutnya sehingga keberkahan dapat terus dirasakan keluarga, masyarakat, dan khususnya Masjid Nurul Hidayah,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.