Maulid Nabi Muhammad SAW di Baitus Sholihin Pererat Silaturahmi Warga Panji dan Sukarame

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jl. Bogenvil Tenggarong

ESENSIAL.ID – Yayasan Baitus Sholihin di Jalan Bogenvil, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat malam, (4/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri masyarakat dari lingkungan Panji dan Sukarame.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini turut dihadiri Lurah Panji, Ibu Lurah Sukarame beserta jajaran, para tokoh masyarakat, serta segenap ustadz dan ustadzah dari TPQ dan RA Baitus Sholihin.

Hadir pula para ketua lingkungan beserta warga, di antaranya Ketua RT 9 dan RT 10 Panji beserta masyarakat, serta Ketua RT 6, RT 7 dan RT 8 Sukarame bersama warga masing-masing.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Kegiatan tersebut juga diikuti para pengurus majelis taklim dan jamaah dari berbagai lingkungan. Di antaranya Majelis Ta’lim Al Jannatunaim, Majelis Ta’lim An Nisa, Majelis Ta’lim Husnul Khotimah, dan Majelis Ta’lim Nurun Alan Nurin. Selain itu, hadir jamaah Masjid Nurun Alan Nurin, Langgar Al Jannatunaim, Mushola Al Khaif, Mushola Miftahul Jannah, kelompok Yasinan At Taufiq, serta jamaah Usbu’iyyah ibu-ibu.

Ketua Yayasan Baitus Sholihin sekaligus Ketua Panitia Maulid, Cholid Syihabul Hikam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jalan Bogenvil, orang tua santri RA dan TPQ, peserta program tilawah, serta seluruh keluarga besar Baitus Sholihin yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ia mengaku terharu melihat tingginya kepedulian masyarakat dalam membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga tenaga dan waktu.

“Masya Allah, selalu terharu saya setiap mengadakan kegiatan di Baitus Sholihin. Ada yang datang menyumbang tenaga dan waktunya, mentransfer, memasak, belanja konsumsi, bahkan ada yang berkata kalau butuh bantuan bilang saja kepada saya,” ujarnya.

Menurut Cholid, semangat kebersamaan tersebut bahkan telah terlihat sejak sekitar dua minggu sebelum acara hingga malam pelaksanaan. Sejumlah warga masih terus berdatangan untuk memberikan bantuan, termasuk dalam bentuk sedekah uang dan air.

Baginya, dukungan masyarakat tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai nominal sumbangan, melainkan menjadi bagian dari bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ini bukan sekadar tentang nominal. Namun ketika seseorang telah rela mengeluarkan sebagian rezekinya untuk kegiatan yang di dalamnya ada banyak kebaikan, bershalawat, bacaan maulid dan pengajian, itulah bukti rasa cinta kita kepada Baginda Muhammad SAW,” tuturnya.

Cholid berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat sekaligus semakin mempererat hubungan silaturahmi antara warga Jalan Bogenvil dan keluarga besar Baitus Sholihin.

Sementara itu, Ketua Langgar Baitus Sholihin, Herli Edi Nugroho, menyampaikan rasa syukur karena peringatan Maulid Nabi dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat di kawasan Jalan Bogenvil yang berada dalam lingkungan Panji dan Sukarame.

“Jadi di Jalan Bogenvil ini sangat plural, yaitu tidak ada perbedaan mana itu Sukarame, mana itu warga Panji. Acara demi acara tetap dilakukan bersama untuk kebaikan bersama,” kata Herli.

Herli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jalan Bogenvil dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan secara maksimal. Ia berharap seluruh kebaikan dan amal yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut mendapatkan penerimaan dan balasan dari Allah SWT.

Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Ustadz Ahmad Dimyathi. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa bersejarah yang disambut dengan kegembiraan oleh umat Islam. Karena itu, momentum Maulid Nabi hendaknya tidak hanya diisi dengan seremonial, tetapi juga berbagai amal ibadah dan perbuatan baik.

Ustadz Ahmad Dimyathi mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan amal kebaikan sebagai wujud rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah.

Ia juga memberikan perumpamaan dengan peringatan 10 Muharram atau Hari Asyura yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunah.

Demikian pula dengan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbanyak ibadah, melakukan kebaikan dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Baitus Sholihin pun berlangsung sebagai momentum spiritual sekaligus sosial. Kehadiran masyarakat dari lingkungan Panji dan Sukarame menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong dan silaturahmi antarwarga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.