

ESENSIAL.ID – Perayaan puncak Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (9/4/2026), diwarnai dengan kehadiran lebih dari seratus tumpeng dari berbagai elemen masyarakat dan instansi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor di Yogyakarta.
Ratusan peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari organisasi perempuan seperti PKK, Dharma Wanita, BKOW, dan Bhayangkari, hingga perbankan dan perguruan tinggi. Mereka menyajikan tumpeng dengan berbagai bentuk dan konsep yang menggambarkan sejarah serta makna Hari Jadi DIY ke-271. Kreativitas peserta terlihat dari ragam desain, termasuk tumpeng yang membentuk angka 271 sebagai simbol usia Yogyakarta.
Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi Umum yang juga Ketua Panitia Hari Jadi ke-271 DIY, Srie Nurkyatsiwi, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini melampaui perkiraan. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya semangat kolaborasi yang kuat dalam membangun Yogyakarta. Selain sebagai ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Seluruh tumpeng yang telah dilombakan kemudian disajikan kembali kepada pengunjung melalui tradisi Kembul Bujono atau makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk interaksi langsung antara masyarakat dan pemerintah dalam suasana yang hangat dan inklusif. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi dengan melibatkan pelaku usaha lokal, seperti pedagang angkringan, yang turut merasakan perputaran ekonomi selama perayaan berlangsung.
Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah Tumpeng Punar Jagung karya Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD DIY yang berhasil meraih Juara Harapan 1. Tumpeng ini menggunakan bahan alternatif berupa jagung dan singkong sebagai bentuk inovasi sekaligus upaya memperkenalkan diversifikasi pangan kepada masyarakat. Selain menawarkan pilihan yang lebih sehat, sajian ini juga mengandung filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan serta dinamika kehidupan.
Setelah melalui proses penilaian yang mencakup aspek rasa, kreativitas, dan filosofi, dewan juri menetapkan Komunitas Umum Nafa Mosa Mahesa Ayu sebagai Juara 1, disusul Bhayangkari DIY di posisi kedua dan TP PKK Kemantren Jetis di posisi ketiga.
Srie Nurkyatsiwi menegaskan, “Harapan kami, kita semua terus bergerak dan berkreativitas. Peringatan ini menjadi bukti bahwa saat kita membangun pemerintah, kita tidak bisa sendiri. Kolaborasi inilah yang menjadikan DIY semakin istimewa.”
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah DIY berharap semangat kolaborasi dan kreativitas masyarakat dapat terus terjaga sebagai fondasi dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya yang menjadi ciri khas Yogyakarta.