Semarak Erau 2026, Stan SMPN 10 Loa Kulu Kenalkan Bahasa Melayu Kutai Lewat Permainan Edukatif

Kunjungan Disdikbud Kukar dan Rombongan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kutai Kartanegara Ke Stan Pameran SMPN 10 Loa Kulu (Dok.SMPN 10 Loa Kulu)

Perhatian juga datang dari Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Emy Rosana Saleh. Saat mengunjungi stan, Emy turut mencoba permainan TTS yang menggunakan kosakata berkaitan dengan bumbu dapur.

Menariknya, Emy menunjukkan penguasaan bahasa Melayu Kutai dengan menyelesaikan TTS tersebut dalam waktu relatif cepat. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penggunaan bahasa daerah dapat dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan sekaligus menantang.

Selain Emy Rosana Saleh, Pengawas Pembina Rubiyanto, juga memberikan perhatian terhadap aktivitas yang ditampilkan di stan SMPN 10 Loa Kulu. Ia mengamati kegiatan anak-anak yang mewarnai serta penggunaan media Scrabble sebagai sarana pengenalan bahasa daerah.

Jasa Desain Rumah 3D Denah RAB

Menurut Rubiyanto, penguatan literasi dan numerasi bagi murid dapat dikembangkan melalui berbagai media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Permainan edukatif dapat menjadi salah satu alternatif untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta didik.

Kehadiran berbagai permainan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif. Media sederhana seperti TTS dan Scrabble dapat dikembangkan menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan unsur bahasa, daya ingat, pemecahan masalah, serta interaksi sosial.

ttsss 1
Para Pimpinan Sekolah Terlihat Antusias dan Menikmati Permainan Teka Teki Silang Kosa Kata melayu Kutai (Dok.SMPN 10 Loa Kulu)

Bagi tim Mandik Teapai Smepten, apresiasi dan dukungan yang diberikan selama kunjungan menjadi energi tambahan untuk terus mengembangkan inovasi. Sambutan positif dari para kepala sekolah se-Kukar, pengawas pembina, serta jajaran Disdikbud Kukar dinilai menjadi dorongan penting bagi tim untuk menghasilkan gagasan pembelajaran yang semakin kreatif.

Partisipasi SMPN 10 Loa Kulu dalam pameran Erau Adat Kutai 2026 sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa muatan lokal bahasa daerah dapat ditempatkan sebagai bagian dari inovasi pendidikan. Pengenalan bahasa Melayu Kutai tidak harus berlangsung melalui pembelajaran konvensional, tetapi dapat dikembangkan melalui permainan, kreativitas, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan tersebut, upaya pelestarian bahasa Melayu Kutai diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah. Generasi muda tidak hanya mengenal bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menggunakannya dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

Halaman: 1 2Tampilkan Semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait

Lahir dan tumbuh di tanah Nusantara, pusat perubahan menuju ibu kota masa depan Indonesia.
Menyuarakan fakta dan cerita dari berbagai penjuru negeri dalam satu ruang informasi.