Waspada Tungku Pemanas, Ini Penyebab Kebakaran Kandang Ayam di Sebulu

Petugas Damkarmatan Sektor Sebulu saat melakukan pemadaman kebakaran di kandang ayam di Desa Sebulu Modern, Kamis (2/4/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu oleh tungku pemanas yang menyulut sekam hingga api cepat membesar. (Esensial.ID)

ESENSIAL.ID – Penggunaan tungku pemanas di dalam kandang ayam memiliki risiko tinggi memicu kebakaran jika tidak diawasi dengan baik, terutama pada lingkungan yang dipenuhi bahan mudah terbakar seperti sekam. Kondisi ini kembali menjadi perhatian setelah kebakaran melanda sebuah kandang ayam di Dusun Antai, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, pada Kamis (2/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setempat. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.28 WITA, kemudian tim Damkarmatan Sektor Sebulu bergerak ke lokasi dan mulai melakukan penanganan pada pukul 21.40 WITA. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.25 WITA setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 45 menit.

Komandan Pos Damkarmatan Sektor Sebulu, Teddy Irawan, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh tungku pemanas yang digunakan di dalam kandang. Menurutnya, bara api dari tungku jatuh dan mengenai sekam yang berada di lantai kandang, sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan pada tahap awal.

“Dugaan sementara, api berasal dari tungku pemanas di dalam kandang. Bara api jatuh dan mengenai sekam, sehingga api cepat membesar,” jelasnya.

Secara umum, penggunaan tungku pemanas memang lazim dilakukan dalam peternakan ayam, khususnya untuk menjaga suhu kandang tetap stabil bagi pertumbuhan ternak. Namun, tanpa pengawasan ketat dan penempatan yang aman, alat ini berpotensi menjadi sumber kebakaran. Sekam padi yang biasa digunakan sebagai alas kandang diketahui sangat mudah terbakar, sehingga percikan kecil sekalipun dapat memicu api yang cepat meluas.

Dalam proses pemadaman, sejumlah personel Damkarmatan Sektor Sebulu dikerahkan dengan dukungan relawan dari berbagai wilayah, termasuk Redkar Segihan, Redkar Sebulu Ulu, Redkar Sebulu Ilir, dan Redkar Sebulu Modern. Petugas juga menggunakan beberapa unit armada pemadam serta peralatan pendukung untuk mempercepat penanganan di lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para peternak agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, termasuk memastikan posisi tungku aman, menjaga jarak dari bahan mudah terbakar, serta melakukan pengawasan secara berkala.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan standar keamanan yang lebih baik, risiko kebakaran di lingkungan peternakan diharapkan dapat diminimalkan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita & Artikel Terkait